ATLET ANGKAT BERAT JUARA ASIA TURUN KE JALAN CARI DANA

SANDRA TURUN KE JALAN RAYA BERHARAP UANG RECAHAN MASYARAKAT

Padang-today.com – Sandra Diana Sari atlet angkat berat asal Sumatera Barat mengharumkan nama bangsa Indonesia tingkat Internasional terpaksa melakukan penggalangan dana dengan turun ke jalan raya

Sandra Diana Sari merupakan anak ketiga dari lima bersaudara ayahnya musisi Minang yakni Amir Samuraga telah meninggal dunia dan ibunya bernama Suwarni sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Sandra Diana Sari atlet Angkat Berat berhasil meraih medali emas di kelas 53 Kg junior dalam Kejuaraan Asia di GOR Jalak Harupat, Bandung, 1 hinga 5 Mei 2017.

Sandra meraih medali emas setelah berhasil mengangkat besi 435 kg (angkatan squas 170 kg, binpres 90 kg dan deadlife 175 kg) di kejuaraan yang diikuti oleh 16 negara Asia ini.

Ia mengatakan, keterbatasan dana untuk latihan rutin di Family Barbel Club harus turun ke jalan untuk mencari dana.

“Walaupun juara Asia dan sudah mengharumkan nama Indonesia tidak malu langsung turun ke jalan galang dana,”ungkapnya.

Uang recehan di kumpulkan di jalan tersebut untuk membeli vitaman serta kebutuhan lainnya//Vitaman harus di beli agar kondisi badan tetap prima. “Sementara ini bentuk perhatian baik dari KONI maupun dari pemerintah belum ada,”ujarnya.

Sandra tidak sendirian penggalangan dana tersebut//Sejumlah rekannya di Family Barbel Club juga ikut bantu galang uang recehan. Rekannya ikut prihatin nasib Sandra terkendala dana. Sandra pada Agustus 2017 bakal ikut bertanding lagi di Kejurnas Angkat Berat di Medan.

Sementara itu Ketua Family Barbel Club Syarial Azis dikenal Yal Azis menyatakan, penggalangan uang recehan di jalan tersebut murni dilakukan Sandra serta di bantu rekannya sama latihan di Family Barbel Club Padang.

“Ini murni penggalangan berharap bantuan dari masyarakat Kota Padang, sementara itu perhatian dari KONI dan pemerintah kurang pada Sandra,”katanya.

Perhatian dari KONI hingga saat masih kurang apalagi terhadap atlet sudah mengukir prestasi di Kejuaraan Asia di Bandung beberapa waktu lalu. “KONI hanya memberikan janji saja untuk memberikan bantuan,”tegasnya.

Sandra untuk latihan saja harus kerja di rumah makan dengan gaji Rp75 ribu tidak mencukupi. “Jika dana ini terkumpul, Sandra hanya terfokus untuk latihan rutin di Family Barbel Club Padang konsentarsinya tidak akan terpecah lagi,”imbuh Yal Azis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*