ATM Amerika Mudah Dibobol

atmAmerika, PADANGTODAY.com – Kepolisian Brooklyn pada 2013 memecahkan kasus pencurian dengan modus menggandakan kartu ATM seseorang yang dilakukan sindikat internasional. Kasus tersebut kemudian memecahkan rekor sebagai pencurian terbesar dengan kerugian mencapai USD 45 juta atau sebesar Rp 540 miliar, jika USD 1 = Rp 12 ribu.

Advertisements

Dari penelusuran polisi, sindikat tersebut memulai aksinya dengan membobol sistem keamanan perusahaan yang menangani kartu pra bayar di India. Mereka kemudian kemudian menanamkan data pemilik ATM yang dibobol ke kartu yang baru.

Sindikat ini menggunakan alat pembaca kartu magnetik seperti yang dimiliki beberapa hotel untuk menanamkan kode di kunci kamar. Dengan alat ini mereka kemudian memasukkan data korban pemilik ATM ke kartu yang baru. Ketika ATM yang asli diaktifkan, kode yang ada di kartu yang baru akan memberi tahu, di ATM mana mereka bisa menarik uang.

Sindikat ini kemudian mengirimkan kartu ATM bajakan ini ke seluruh dunia. Dengan kartu baru ini, penjahat menggunakan uang haram tersebut untuk membeli barang-barang mewah. Para pembobol kartu ATM tersebut juga bisa mengetahui berapa banyak penarikan yang dilakukan oleh setiap pemegang kartu.

lalu bagaimana kartu ATM ini sangat mudah digandakan oleh sindikat internasional tersebut. Jawabannya terdapat pada garis magnetik yang ada di kartu ATM yang merupakan teknologi uzur. Teknologi tersebut ditemukan IBM pada tahun 1960, dan diproduksi secara massal pada 1970.

Garis magnetik ini bekerja dengan cara mengganti partikel magnet yang terkecil. Mereka dapat diseka ulang dengan alat pembaca bernama skimer yang berharga sekitar Rp 2 juta. Biasanya, garis magnetik di kartu pra bayar memiliki nomor PIN, namun tidak menyediakan keamanan ketika sindikat tersebut mencuri PIN dan menanamkannya pada kartu yang baru.

Di beberapa negara maju, mereka sudah tidak menggunakan kartu yang menggunakan garis magnetik sejak beberapa tahun lalu. Inggris dan negara-negara Eropa telah menggunakan teknologi EMV (Europay, MasterCard and Visa) yang lebih aman. Ketika EMV diperkenalkan pertama kali di Prancis pada 1992, angka pencurian menurun hingga 80 persen.

Berbeda dengan negara-negara di Eropa, sampai saat ini, Amerika masih menggunakan garis magnetik pada kartu ATM. Faktor infrastruktur menjadi alasan utama kenapa Amerika menggunakan teknologi tua ini.

Problem lainnya adalah, bank-bank di Amerika sendiri tidak terlalu peduli untuk menginvestasi pada infrastruktur mereka. Pemerintah Amerika sendiri juga kesulitan untuk memperbarui teknologi pengamanan kartu ATM.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*