Ayo!Bangun Ketahanan Pangan Nasional

Bahan Pangan.

Bahan Pangan.

PADANGTODAY.COM-Kita semua pasti setuju pangan merupakan satu dari tiga kebutuhan pokok manusia selain sandang dan papan. Kebutuhan tersebut sangat mendasar hingga mustahil manusia bisa bertahan hidup tanpa makan. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan, tanpa asupan makan, manusia hanya mampu bertahan hidup selama 8 minggu.

Itu sebabnya, saat harga pangan melonjak seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, masyarakat Indonesia menjerit. Bagaimana tidak, kelangsungan hidup mereka terancam karena harga bahan pangan yang sulit dijangkau.

Padahal, sebenarnya hal tersebut bisa dihindari dengan memperkuat ketahanan pangan nasional. Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Edy Prabowo menjelaskan, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk melakukan hal tersebut, yaitu pemberian bantuan pupuk dan alat pertanian kepada petani, memaksimalkan produksi lahan pertanian, serta memberdayakan penyuluh pertanian.

“Sebenarnya hal ini sudah dilakukan pemerintah. Tapi realitanya masih banyak kekurangan. Contohnya penyuluh pertanian yang masih sangat sedikit. Padahal itu adalah salah satu kunci keberhasilan pertanian kita,” ungkap Edy dalam diskusi “Pelemahan Nilai Rupiah dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan”.

Bersama Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas, siang itu, Senin (6/4/2015), Edy optimistis ketahanan pangan nasional bisa melahirkan penguatan nilai tukar rupiah. Apalagi mengingat Indonesia mengalami pelemahan yang terkecil terhadap dolar Amerika jika dibandingkan negara lain di ASEAN, yakni hanya sebesar 0.7.

“Bukannya sombong dan menganggap sepele. Tapi ini sebenarnya catatan untuk bangkit. Caranya tidak sulit, sudah ada di depan mata. Tinggal kita kelola dengan benar,” ungkapnya dalam diskusi yang dilangsungkan di Press Room Komplek Gedung MPR/ DPR/ DPRD, Senayan, Jakarta Pusat.

Tidak cukup sampai di situ, lembaga yang tegas dalam mengelola impor bahan pangan juga diperlukan demi terciptanya ketahanan pangan nasional. Dengan begitu, kata Edy, pemerintah bisa menghindari impor bahan pangan yang kurang diperlukan. Contohnya pembatalan impor beras beberapa waktu lalu yang membuat negara berhemat hingga Rp 4.5 triliun.

Ada satu hal lagi yang menjadi catatan Edy agar ketahanan pangan nasional tercapai, yakni menciptakan kemandirian petani. Banyaknya mafia yang menguasai petani membuat petani tidak mampu mengelola lahannya sendiri.

“Meski produksi beras kita 100 ton pertahun, tapi kalau masih banyak mafia yang menguasai petani, mustahil ketahanan pangan kita akan tercapai,” kata Edy yang diamini oleh Dwi Andreas.
Dalam diskusi yang menyedot perhatian wartawan siang hari itu, Edy mengatakan pemerintah akan terus berusaha dalam menicptakan ketahanan pangan nasional. Apalagi mengingat Menteri Pertanian dan Komisi IV DPR benar-benar serius dalam menyelesaikan hal ini.

“Negara kita masih punya banyak kekurangan. Maka mari sama-sama kita bangun,” kata Edy yang diamini peserta diskusi siang itu.

(kompas/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*