Ayu Andira Banggakan Padangpanjang di Tingkat Dunia


IMG_20150813_112900Padangpanjang, Padangtoday—Meski menyandang status sebagai anak berkebutuhan khusus, tidak mematahkan semangat untuk membuktikan diri dalam memenuhi kewajiban untuk berbakti bagi keluarganya. Hal ini diungkapkan Ayu Andira, setelah berhasil meraih medali emas Special Olympics World Games (SOWG) di Los Angeles Amerika Serikat.

Memiliki keterbatasan dengan tingkat IQ di bawah rata-rata, mengharuskan Ayu Andira memenuhi kewajibannya sebagai anak bangsa untuk menjalani pendidikan formil di Pendidikan Luar Biasa (PLB) Asih Putra Silaing Bawah . Namun demikian, putri ke dua pasangan Erizal, 44 dan Teti Suriani, 34 tersebut mengaku tidak pernah merasa minder.

Bahkan siswi Kelas IX SMPLB Asih Putra tersebut sejak kecilnya bertekad memperbaiki kondisi sosial keluarga dan bercita-cita ingin menjadi seorang pramugari. Sejak di usia 6 tahun, gadis tiga bersaudara itu komit menyalurkan hobi berenangnya meski kerap dilarang ke dua orangtua. Sembari mengucap syukur, Ayu menyebut dengan bakat yang sangat dicintainya itu pula lah berhasil menggapai harapan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga sederhana itu.

Berkat kemampuan dan hobi terhadap olahraga renang tersebut, Ayu berhasil mendulang prestasi tingkat internasional dengan menjuarai OSWG di Los Angeles Amerika Serikat. Atas prestasinya di cabang olahraga renang tersebut, Ayu berhasil mempersembahkan 2 emas dan 1 perak dan berhak menerima tabanas sebesar Rp300 juta.

“Alhamdulillah, berkat kecintaannya terhadap renang bisa membantu orangtua untuk memperbaiki rumah ini. Meski terbatas atau kekurangan di satu sisi, Ayu yakin mampu menjadi anak yang berbakti jika bisa mengembangkan bakat sebaik mungkin. Ini tekad pertama Ayu untuk bisa membatu ayah dan ibuk. Tinggal satu lagi cita-cita untuk menjadi seorang pramugari demi membanggakan ke dua orangtua,” tutur Ayu kepada Padangtoday saat dikunjungi di kediamannya di RT IV Kelurahan Pasar Usang Padangpanjang Barat itu.

Menjadi salah seorang atlet SOWG mewakili Indonesia ke Amerika itu, diakui Ayu butuh pengorbanan besar. Baik selaku peserta didik yang harus meninggalkan sekolah dan tidak maksimalnya menjalankan ibadah puasa sebagai umat muslim. Mulai 1 Juni lalu, Ayu sudah harus mengikuti seleksi nasional di Makassar hingga masa latihan hingga pertengahan Juli di Jakarta.

“Selama latihan hampir satu setengah bulan di Jakarta, memang berat karena sambil menjalankan ibadah puasa. Di sisi lain berkaitan itu, Ayu pun tidak bisa mengikuti ujian kenaikan kelas dan putus kontak dengan keluarga di sini karena pelatih menekankan seluruh atlet harus fokus,” ujarnya.

Di atas tuntutan pengorbanan yang begitu besar, Ayu Andira mengaku telah menanamkan dalam hatinya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga, daerah kelahirannya Padangpanjang dan bangsa Indonesia di kancah internasional. Tekad besarnya tersebut berhasil memotivasi hingga mampu mempersembahkan 1 emas beregu 4 x 25 meter gaya bebas, 1 emas tunggal 100 meter gaya bebas dan 1 perak 50 meter gaya dada.

Mengungkap rahasia keberhasilannya sebagai atlet renang di kalangan anak berkebutuhan khusus, Ayu mengaku terletak pada kepercayaan diri. Sejak usia tingkat sekolah dasar, Ayu tidak pernah merasakan bahwa dirinya kalangan berkebutuhan khusus. Berbaur dan bermain sebagai mana layakanya anak-anak normal, Ayu terus mengeksplorasi kemampuan dan bakatnya di dunia olahraga renang.

“Meski sekolah di SDLB dan sebagai murid inklusi di SDN 05 Silaing, Ayu tetap bermain sebagai mana anak lainnya. Bahkan sejak usia 6 tahun, sepulang sekolah sekira pukul 11.00 WIB hanya untuk makan dan gantu baju. Selanjutnya bersama teman-teman pergi ke Lubuk Matakucing untuk berenang sampai sore harinya. Tidak jarang pula Ayu dimarahi ayah dan ibuk karena khawatir kami berenang sampai sore,” pungkas Ayu sembari mengaku saat ini harus mempersiapkan diri mengikuti ujian susulan untuk kenaikan kelas.

Berpegang pada prinsip disiplin dan percaya diri, Ayu Andira terus mendulang berbagai prestasi di cabang olahraga renang. Setidaknya sampai pada ajang SOWG di Los Angeles Amerika, anak ke dua dari tiga bersaudara tersebut telah mengumpulkan 10 medali dari berbagai kejuaraan olahraga renang di tingkat daerah, nasional dan internasional. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas