Bahan Bakar Biodiesel Mulai Di Uji Coba

biodiesel-fuel-tank-by-rrelamJakarta, PADANGTODAY.com – Konsumsi BBM di Indonesia telah mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari dan diperkirakan akan terus meningkat. Padahal kemampuan produksi minyak bumi cenderung menurun dan diperparah dengan kapasitas kilang BBM masih terbatas.

Kebijakan impor pun akhirnya menjadi andalan saban tahun. Tinggi impor akhirnya berakibat pada membengkaknya defisit neraca pembayaran Indonesia. Pemerintah mengklaim bakal menekan konsumsi bahan bakar fosil dengan pemanfaatan biodiesel B20 pada kendaraan bermotor. Biodiesel B20 merupakan bahan campuran solar dari bahan bakar nabati yang mencapai 20 persen.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan Indonesia memiliki potensi bahan baku biodiesel sebagai pengganti BBM solar yang sangat besar, misalnya CPO. Saat ini produksi CPO mencapai sekitar 30 juta ton per tahun dengan jumlah ekspor sekitar 20 juta ton per tahun. Menurut Jero, dengan campuran 20 persen pada biodiesel akan menghemat impor BBM subsidi.

“Ini mengurangi impor solar. Kita kerja sama juga dengan BPPT untuk research. Ini campuran untuk Solar, untuk Premium belum, ini campuran solar 20 persen,” ucap Jero di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (17/7).

Secara kasar, 1 juta ton CPO per tahun dapat diolah menjadi 20 ribu barel biodiesel per hari. Mengurangi ketergantungan impor BBM, Jero akan mempercepat pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagaimana yang telah diatur melalui Permen ESDM No 25 Tahun 2013 yang mewajibkan antara lain pemakaian biodiesel sebesar 20 persen pada kendaraan bermotor pada 2016 mendatang.

Uji jalan pemanfaatan biodiesel kali ini dilakukan pada kendaraan bermotor sejauh 40.000 kilo meter dengan rute mulai dari BPPT Serpong – tol Jagorawi – Puncak – Cianjur – Padalarang – Cileunyi – Bandung – Lembang – Subang – Cikampek – Palimanan – Karawang – Cibitung – dan kembali ke Serpong dengan jarak tempuh per har 500 kilo meter.

(nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas