Bahas Isu Kemacetan Koto Baru, Pemkab Himbau Kesadaran Masyarakat Lebih Penting

Fhoto : Rapat evaluasi pembahasan kemacetan Pasar Koto Baru Kec. X Koto Kabupaten Tanah Datar, di Aula Baperlitbang Tanah Datar, Selasa (20/03/18).(hms)

TANAH DATAR, www.padang-today.com,- Kemacetan di depan pasar Koto Baru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar belakangan ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan birokrasi maupun pihak kepolisian.

Baik pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun Kabupaten Tanah Datar serta Pemkot Padang Panjang sudah lama mencetuskan beberapa kali solusi untuk mengatasi persoalan macet ini, namun salah satu kendala yang masih saja menjadi aral yakni masalah kesadaran masyarakat itu sendiri.

Pemkab Tanah Datar khususnya sebagai pemegang otoritas administrasi dalam hal ini memiliki kepentingan dan kewajiban untuk berkontribusi menyelesaikan masalah ini dengan berbagai pihak.

Kepala Baperlitbang Tanah Datar Alfian Jamrah dalam rapat pembahasan kemacetan itu, beberapa waktu lalu, Selasa (20/03) mengatakan, jika dalam mengatasi kemacetan di lokasi pasar Koto Baru bukanlah barang baru, kondisi itu katanya masih tetap akan terjadi jika kesadaran masyarakat sekitar masih rendah.

“Seperti contoh, beberapa waktu lalu pihak Dirlantas sudah memasang tanda cone dan barier mengenai tempat dan larangan parkir di sisi jalan, serta pembatas lapak pedagang dengan jalan. Namun ketika hari pasar pedagang mendorong pembatas bahkan memindahkannya dengan alasan menghalangi lapak dagangannya,” ucap Alfian.

Untuk itu kata alfian, dibutuhkan sekali kesadaran dari masyarakat itu sendiri, karena tanpa hal itu sinergi antara pemerintah dengan pihak pihak kepolisian dan instansi terkait yang sudah mencarikan solusi tidak akan berjalan dengan baik.

Dijelaskannya, pemerintah daerah sudah melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan persoalan ini. Beberapa skenario sempat mengapung di antara pembangunan jalan 2 jalur, pembangunan fly over, pelebaran badan jalan dan pengembangan pasar.

“DED Pengembangan Pasar Koto Baru sudah disusun tahun 2016 yang lalu, ini akan jadi dasar pengembangan pasar, apalagi upaya Dirlantas Polda Sumbar memberikan sistem “one man one show” juga sudah dilakukan, dan kita butuh kepedulian warga dan kesadaran masyarakat demi kepentingan orang banyak,” sebut Alfian.

Rapat yang dilakukan di Aula Baperlitbang Tanah Datar itu, pemkab terus berusaha untuk mengatasi masalah kemacetan ini sampai tuntas, sehingga masyarakat secara keseluruhan tidak ada yang dirugikan baik pedagang maupun pengguna jalan.

“Pemkab akan bereaksi nyata, dan sangat mendukung upaya Dirlantas Polda Sumbar mencari solusi terbaik yang efektif mengatasi macet di depan pasar,” tutur Alfian Jamrah.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas