Balegda dengan Tim Ranperda Mulai Kerja Keras Membahas Prolegda Tahun 2015

Hendri Wanto ketua Balega DPRD bersama anggota dewan Heri Iswandi dari fraksi PKS.

Hendri Wanto ketua Balega DPRD bersama anggota dewan Heri Iswandi dari fraksi PKS.

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Kerja anggota DPRD Kota Payakumbuh, hingga berakhir 6 Januari 2015 mendatang, memang sangat padat. Khusus para anggota Badan Legislasi Daerah (Balegda) bersama Tim Ranperda, mulai membahas program legislasi daerah (Prolegda) tahun 2015, terhadap 22 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Kamis (6/11).

Ketua Balegda DPRD Kota Payakumbuh Hendri Wanto dari fraksi Partai Golkar didampingi anggota Balegda, Basri Latief SH dari Fraksi PDI-P-Hanura, kepada wartawan, Kamis (6/11), mengatakan, sebanyak 22 Ranperda yang dibahas Balegda dengan Tim Raperda itu diantaranya Ranperda di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

Ranperda di Disporpora itu yakni Ranperda tentang Kepariwisataan dan tanda daftar usaha pariwisata, Ranperda di Dishubkominfo yakni Ranperda tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Ranperda tentang perubahan perda Nomor 7 tahun 2010 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor.

Setelah itu, satu Ranperda dibagian Pemerintahan Setdako Payakumbuh yakni Ranperda tentang pembentukan kelurahan. Satu Ranperda Di PDAM yaitu Ranperda tentang sistem penyedian air minum. Dan satu Ranperda di Diskoperindag dan Diskanak yakni Ranperda tentang perubahan Perda Nomor 20 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha.

“Pada bagian lain, kami juga membahas Ranperda Distapangbunhut, Ranperda tentang penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Ranperda Dinas Kesehatan tentang pemberian air susu ibu eksekutif, dibagian hukum Setdako Ranperda tentang penyalahgunaan lem, “ujar Hendri Wanto.

Pembahasan Ranperda ini memang memakan waktu yang panjang dan serius bagi anggota Balegda DPRD, karena masih ada Ranperda lagi yaitu di Dinas Pendidikan tentang penyelengaraan Pendidikan kedepan.

Disisi lain, Balegda bersama Tim Ranperda membahas 3 Ranperda di DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset) yaitu Ranperda tentang APBD tahun anggaran 2016, Ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2015, Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2014.

Kemudian, tim Balegda bersama tim Ranperda eksukutif membahas ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja sekretariat daerah dan sekretariat DPRD Kota Payakumbuh.

Setelah itu, dua Ranperda di Dinas Tata Ruang dan Kebersihan yakni Ranperda tentang Izin mendirikan bangunan. Ranperda ini tertunda pembahasannya pada tahun 2014 ini. Dan Ranperda tentang rencana detail tata ruang kota Payakumbuh.

Didinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang juga sempat tertunda pembahasannya akan kita mulai lagi di tahun 2015 mendatang. Ranperda tersebut yakni tentang perubahan perda Nomor 2 tahun 2012 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil kota Payakumbuh.

“Pada kantor Lingkungan hidup yang juga sempat tertunda pembahasannya pada tahun 2014, kita usahakan di tahun 2015 nanti membahas ranperda tentang perubahan Perda Nomor 3 tahun 2014. Karena ranperda tersebut menjadi prioritas tim Balegda dan tim Ranperda, “ujar Hendri Wanto.

Disamping tim Balegda membahas Ranperda yang diajukan eksekutif, DPRD juga bakal melahirkan empat produk hukum berupa Ranperda inisiatif tentang Badan Penyuluh Pertanian, Ranperda tentang Pendidikan, ranperda tentang pemberdayaan masyarakat dan Ranperda tentang susunan Organisasi kelompok tani.

“Berdasarkan Pasal 12 Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1 tahun 2014 tentang pembentukan produk hukum daerah, kita optimis, sepanjang tahun 2015, pembahasan 22 Ranperda, Insya Allah akan tuntas, karena inilah kerja Balegda DPRD, “papar Hendri Wanto.
​​(malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*