Bambang Setiawan Sukses Dalam Membudidayakan Jangkrik

ilustrasi jangkrik

ilustrasi jangkrik

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Bambang Setiawan, 28 tahun, terbilang sukses membudidayakan jangkrik untuk pakan ikan dan burung. Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) itu bisa meraup omzet sekitar Rp 10 juta-Rp 14 juta per hari

Kini, Bambang sedang mencoba peruntungan dengan mengolah jangkrik menjadi produk bernilai tambah.

“Rencananya tahun ini kami mencoba bisnis tepung dan kerupuk jangkrik. Setelah membuat sampel makanan, respon masyarakat cukup baik,” ujarnya

Jika kerupuk lain terbuat dari tepung kanji dinilai banyak mengandung kolesterol lantaran digoreng dengan minyak bekas. Maka, Bambang menjamin kerupuk jangkriknya nirkolesterol.

Selain itu, produknya mengandung omega tiga, enam, dan sembilan, bagus untuk meningkatkan kecerdasan otak anak. Lalu, meningkatkan stamina tubuh karena terdapat kandungan hormon progesteron dan estrogen.

Satu lagi, jangkrik punya zat antioksidan untuk pembentukan sel tubuh. Sehingga wajar jika kerupuk jangkrik ini sudah mendapat izin dari dinas kesehatan dan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

“Varian olahan jangkrik ini memiliki rasa yang berbeda, untuk awal kami akan coba dulu kerupuk jangkrik rasa original, keju dan pedas dengan masing-masing seberat 175 gram dan harga Rp 25 ribu per piece,” jelas dia.

Bambang membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk memproduksi kerupuk jangkrik. Saat ini, produk itu baru dijual di Cirebon dan sekitarnya. “Kemungkinan kami akan membuat pasar sendiri dan mengajak mitra lain untuk bergabung.”

Anda berminat?

(yud/**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*