Bangun Sumber Air PDAM, Pemko Gelontorkan Rp5 Miliar

Wako Hendri Arnis didampingi Direktur PDAM Desyusbar berdialog dengan Kabag Teknis Rinaldi saat meninjau lokasi sumber mata air di kawasan Sungai Andok beberapa waktu lalu.

Wako Hendri Arnis didampingi Direktur PDAM Desyusbar berdialog dengan Kabag Teknis Rinaldi saat meninjau lokasi sumber mata air di kawasan Sungai Andok beberapa waktu lalu.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Guna memastikan terpenuhinya hak azazi manusia (HAM) atas air, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 telah menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar pada Dinas Pekerj, ali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis mengungkapkan kesepakatan penganggaran dana miliaran rupiah tersebut oleh Pemko bersama DPRD Padangpanjang sebagai bentuk keseriusan dalam mengakomodir aspirasi masyarakat akan kebutuhan air bersih. Tidak memungkiri, Wako Hendri Arnis menyebut layanan air bersih terhadap ribuan pelanggan PDAM belum maksimal. Hal ini didasari beberapa hal tekhnis, di antaranya belum tergarapnya potensi air bersih di daerah berjuluk Kota Serambi Mekkah itu.

“Menyikapi dilema yang dihadapi masyarakat kita, di mana belum terpenuhinya kebutuhan air bersih secara berkesinambungan, pemerintah sepakat membuka dan memfungsikan sumber mata air baru di kawasan Sungai Andok. Jika sumber ini berfungsi, setidaknya terdapat pertumbuhan ketersedian supply air bersih terhadap pelanggan PDAM untuk 50 liter perdetik,” tutur Wako Hendri Arnis kepada Padangtoday.

Pada kesempatan itu, Hendri juga menyebutkan jumlah air bersih yang memadai diperlukan untuk mencegah kematian karena dehidrasi, mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan air, serta digunakan untuk konsumsi, memasak, dan kebutuhan higienis personal dan domestik. Penegasan ini merefleksikan tiga aspek penting sebagai elemen dasar HAM atas air, yakni ketersediaan (availability), kualitas (quality), dan mudah dicapai (accessibility).

Penegasan tersebut dikatakannya, menunjukkan negara bertanggung jawab dan berkewajiban melindungi serta memenuhi HAM atas air secara maksimal. Kehadiran PDAM sebagai operator air bersih di banyak wilayah di Indonesia, menjadikannya sebagai bagian penting dari tanggung jawab negara guna memastikan perlindungan dan pemenuhan HAM atas air. Sungguh terang bahwa the right to a healthy environment mempunyai relasi positif ke dalam upaya to enforce the right to water.

“Kesadaran akan pentingnya air bagi kehidupan serta kemampuan yang prima dalam mengelola sumber-sumber daya air melalui beragam kebijakan yang kooperatif bagi terealisasinya HAM atas air adalah bentuk nyata dari tanggung jawab dan kewajiban negara, terutama pemerintah dan pemerintah daerah,” jelas Hendri.

Direktur PDAM Padangpanjang, Desyusbar mengatakan dengan beroperasinya sumber mata air yang akan dibangun melalui APBD 2015 ini dengan anggaran Rp5 miliar tersebut dapat menjamin ketersediaan air bersih terhadap pelanggan selama 20 jam tanpa henti. Sumber mata air yang berkapasitas 50-70 liter perdetik tersebut, mampu mengaliri kebutuhan pelanggan yang berada di bagian Utara daerah berhawa sejuk itu.

“Sebanyak 7.450 pelanggan PDAM sekarang akan terlayani dua sumber mata air utama. Yakni Lubuk Matakucing ditambah pasokan dari sumber di Paninjauan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di bagian Selatan Padangpanjang dan sumber Sungai Andok yang akan dibangun ini, bisa menutupi kebutuhan air bersih pelanggan yang berada di belahan Utara kota ini,” terang Desyusbar.
Padas umber baru di Sungai Andok tersebut, Direktur yang akan habis masa jabatan Februari nanti ini menyebut perlu didukung ketersediaan genset guan menjaga kontiniutas pendistribusian air jika arus listrik padam. “Seperti di Lubuk Matakucing, setidaknya bisa mendorong satu dari tiga unit pompa untuk tetap bisa bekerja,” pungkasnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*