Banjir Bandang Di Wilayah Kashmir Sebabkan Kerugian Besar

korban-tewas-banjir-di-india-dan-pakistan-capai-400-orangIndia, PADANGTODAY.com – Upaya penyelamatan besar-besaran sedang berlangsung di daerah pegunungan yang terbagi di Kashmir, setelah musim hujan merendam ratusan desa, dalam banjir mematikan lebih dari setengah abad pernah terjadi di sana.

Advertisements

Rajesh Kumar, inspektur jenderal polisi untuk wilayah Jammu di bagian India, hari ini mengatakan jumlah tewas meningkat menjadi sekitar 200 orang.

Sementara 206 orang lainnya dipastikan tewas di sisi Pakistan.

“Situasi di lembah Kashmir masih sangat suram, sangat genting,” kata Kumar kepada AFP. “Jalan raya utama masih terputus dari semuanya. Tapi untungnya, banyak jaringan jalan lainnya telah dipulihkan.”

Kantor berita Press Trust of India (PTI) mengatakan diperkirakan 400.000 orang masih terdampar di daerah yang dilanda banjir di sisi India.

“Kami menghadapi kekurangan kapal untuk menyelamatkan orang-orang dari daerah terendam banjir,” kata komisaris divisi untuk Kashmir, Rohit Kansal, kepada PTI. “Sebanyak seratus kapal sedang diterbangkan dari New Delhi yang akan mendarat di sini setiap saat.”

Kumar mengatakan dia tidak bisa mengatakan dengan tepat berapa banyak orang yang terdampar, tetapi bahwa “ada banyak warga terjebak di banjir sedalam leher dan memerlukan bantuan sesegera mungkin”.

Dia menjelaskan beberapa saluran air dan listrik telah dipulihkan di daerah yang tidak terlalu parah terkena dampak.

Ahmad Kamal, juru bicara untuk Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan, mengatakan banjir bergerak menuju selatan negara itu. Dia mengatakan evakuasi rencananya akan dilakukan di beberapa distrik di selatan yang kemungkinan bisa segera terkena banjir.

Banjir bandang telah menyebabkan kerugian besar di kedua sisi wilayah Kashmir yang terbagi antara India dan Pakistan, dan juga telah menyebabkan banyak kerusakan di utara dan timur Pakistan.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*