Banjir Bandang, Rumah dan Ternak Warga Hanyut

 

Padang-today.com__Hujan lebat yang menguyur Kabupaten Padang Pariaman , Sumbar, menyebabkan banjir bandang di Nagari Sikucur Tengah, Korong Tangah Padang dan Korong Batam, Kecamatan V Koto Kampung Dalam.

Akibat banjir tersebut 2 rumah, 1 Jembatan dan 9 ekor ternak warga yang berada dikawasan aliran sungai itu hanyut terbawa arus air. Data tersebut dirilies dari Humas Nagari Sikucur Kampung Dalam, Senin 24/09/2018.

“Banjir bandang kembali melanda kabupaten Padang Pariaman, kali ini terjadi  di korong Tangah Padang dan korong Pulau Batam, Nagari Sikucur Tengah, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, yang menyebabkan 2 rumah rusak dan 9 ekor ternak kerbau hanyut dan jembatan putus,” kata Walinagari Sikucur Tengah, Edwarman.

Katanya, Musibah banjir bandang terjadi pada pukul 16.00 Wib sampai pukul 18.00 Wib. Miskipun hujan sudah reda, warga yang bermukim disekitar aliran sungai itu diupayakan untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di korong tetangga.

“ Hingga kini arus air masih deras, sehingga masyarakat sangat waspada agar tidak ada korban nantinya. Dan pihak yang terkait seperti BPBD dan TNI sudah melakukan evakuasi terhadap warga kami,” kata dia.

Ia berharap, semoga tidak turun lagi hujan malam ini karena hujan turun kemingkinan air semakin mengganas. Selain itu, warga juga diimbau untuk meninggalkan rumahnya yang bera di kawasan aliran airan itu.

“Masyarakat setempat supaya jangan terlalu khawatir, namun tetap selalu waspada dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa,” tandasnya menghakiri.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman mengevakuasi warga yang berda di sekitar lokasi banjir bandang di hulu Sungai itu.

“Petugas sedang mengevakasi warga karena dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya, Senin malam.

Ia mengatakan, ada tiga keluarga yang akan dievakuasi yang berada di Korong Pulau Batam Nagari Sikucue Tangah tersebut.

“Memang banjir sudah mulai surut namun kami khawatir sewaktu-waktu bisa saja arus sungai membesar karena dimungkinkan terjadinya hujan deras,” ujarnya.

Ia mengimbau warga di bantaran Sungai Batang Nareh agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Selanjutnya, BPBD dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat telah mendirikan tenda darurat.

Dijadwalkan, Selasa (25/9) Dinas PU akan mensurvei lokasi dan jembatan yang rusak akibat terjangan banjir bandang. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas