Banjir Besar Hantam Bukit Sundi Solok, 1 Tewas

Banjir Hantam Bukit Sundi, Satu Tewas

* Polres Solok Kota Terjunkan Water Canon

SOLOK – Banjir dahsyat melanda kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok Kamis malam (6/9). Banjir yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB tersebut, setidaknya merendam dua nagari, Muaro Paneh dan Kinari. Satu warga, Amik (70) dilaporkan tewas. Polres Solok Kota menurunkan satu unit water canon untuk membersihkan akses jalan yang terendam lumpur dan material sampah akibat banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun padang-today.com, air dilaporkan mulai meluap dari Batang Lembang sekitar pukul 20.30 Wib. Daerah yang paling awal terendam kawasan Lubuek, Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh. Kemudian diikuti kawasan Jorong Balaipinang dan kawasan jorong koto Kaciek. Akibat kejadian itu, ratusan rumah warga terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 centimeter hingga 1,5 meter.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan didampingi Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, Kasat Sabhara AKP Poniman dan Kapolsek Bukit Sundi Iptu Defrianto yang turun langsung ke lokasi, menyatakan sejumlah warga terpaksa harus dievakuasi petugas lantaran terjebak di rumah masing-masing. Warga dievakuasi ke masjid dan rumah warga lain yang tidak terdampak banjir parah. Aliran listrik sengaja dimatikan untuk menghindari korsleting.

Polres Solok Kota menerjunkan mobil Air Water Canon (AWC) untuk membersihkan lumpur dan material sampah sisa banjir di Jorong Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh, Jumat (7/9).

“Air mulai surut sekitar pukul 01.00 WIB. Para petugas dan warga kemudian langsung membersihkan rumah dan barang-barang. Pagi tadi, kita menurunkan satu unit water canon, untuk membersihkan akses jalan dari lumpur dan sampah,” ungkapnya.

Terkait satu warga yang tewas akibat musibah ini, Kapolsek Bukit Sundi Iptu Defrianto menyatakan warga Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh tersebut diduga syok dan terkejut saat banjir melanda rumahnya. Saat itu, menurut Defrianto, korban kaget dengan kondisi rumah yang sudah terendam banjir.

“Korban sudah dimakamkan siang tadi,” ujarnya.

Defrianto juga menyatakan satu warga lainnya, Udin (69) meninggal bukan akibat banjir, tetapi meninggal akibat sakit dan sebelumnya juga sempat dirawat di rumah sakit.

Dari data sementara, setidaknya total sekitar 421 rumah dilaporkan terdampak banjir. Mayoritas rusak ringan. Ratusan hektar areal pertanian rusak, sejumlah sekolah dan sarana ibadah juga terkena banjir.

“Sejak pagi, kita melaksanakan gotong royong bersama warga membersihkan masjid, MDA, sekolah dan fasilitas umum lainnya. Kita juga bekerja sama dengan BPBD, Tagana, ormas, OKP dan masyarakat dalam penanganan pasca banjir ini,” ungkap Defrianto. (rijal islamy)

Data Warga Terdampak

1. Nagari Muaro Paneh

A. Jorong Balai Pinang: 875 jiwa.

B. Koto Panjang: 750 jiwa.

C. Koto Kaciak: 205 jiwa.

2. Nagari Kinari

A. Jorong Tapi Aia: 362 jiwa.

B. Jorog Pamujan: 327 jiwa.

C. Jorong Bungo Arum: 365 jiwa.

D. Jorong Gelanggang Tinggi: 323 jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas