Banjir dan Longsor Melanda Padang Pariaman

Padang-today.com__Akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sejak Minggu (24-11-2019) malam hingga senin (25/11/2019) menyebabkan meluapnya Batang Air Piaman di Nagari Gunuang Padang Alai, sehingga jembatan sebagai akses penghubung masyarakat di daerah itu putus.

Diketahui, jembatan itu putus sekitar pukul 17.55 WIB (Minggu Sore). Masyarakat yang akan melewati jembatan tersebut mengambil jalan lain dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari sebelumnya.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi itu, Puri (43) menyebutkan, jembatan Batang Piaman yang roboh akibat dihantam luapan air sungai itu disebabkan dengan tingginya curah hujan tidak henti-hentinya semenjak siang hingga dinihari Minggu (24/11/-2019).

Menurutnya, Jembatan batang Piaman itu satu-satunya akses masyarakat untuk keluar masuk dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Baik siswa-siswi yang melakukan aktifitasnya dalam menuntut ilmu di sekolah. Begitu juga dengan masyarakat setempat, dengan putusnya jembatan itu aktifitasnya terganggu.

Walinagari Gunung Padang Alai, Muslin Nur membenarkan dengan adanya bencana di daerah itu.

“Jebolnya Jembatan Batang Piaman, akibat curah hujan tinggi sehingga debit air begitu meningkat tajam dari sebelumnya,” kata Walinagari Gunung Padang Alai Muslin Nur, kemaren.

Terkait dengan putusnya jembatan itu, kata dia, sekitar 300 KK (Kepala Keluarga) di Korong Patamuan terisolir dam mesti menggunakan jalan lain yang jarak tempuhnya 15 km, lebih jauh dari sebelumnya.

Ia menghimbau, agar masyarakat selalu bersabar akibat robohnya jembatan Batang Piaman. Selain itu, pihaknya juga bersurat kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Padang Pariaman agar bisa dapat tanggap dengan kondisi yang dialami warganya.

Sementara Kepala BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda Padang Pariaman pada Minggu (24/11) dan Senin (25/11) menyebabkan 7 kecamatan di daerah itu rusak parah.

“Ada tujuh kecamatan yang terdampak. Saat ini petugas sedang bekerja di lokasi bencana,” kata Kepala BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya, yang dihubungi, kemaren.

Menurut Budi, di Nagari Sikucur Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, longsor menimbun badan jalan sehingga akses jalan sempat tidak bisa dilalui kendaraan.

Setelah pembersihan yang dilakukan gabungan tim TRC BPBD, TNI, Polri dan masyarakat, akses jalan sudah bisa dilalui.

“Sempat tidak bisa dilalui kendaraan, namun sekarang sudah bisa dilalui,” ujar Budi.

Selain itu, di Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, sebuah jembatan batang paman hanyut terbawa banjir.

Hal tersebut mengganggu akses transportasi warga dan saat ini sedang dalam proses teknis pembuatan jembatan darurat.

Di Kecamatan Ulakan, terjadi kenaikan intensitas debit air Sungai Batang Gimba sehingga menyebabkan runtuhnya batu bronjong penahan dinding sungai.

“Kemudian terjadi banjir bandang di Korong Kubu Alahan, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, yang menyebabkan beberapa rumah terendam material longsor,” ujar Budi.

Di korong Tarok Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2×11 Kayu Tanam terjadi longsor sehingga menutup saluran irigasi sawah warga.

Untuk kerugian, menurut Budi, pihaknya sedang melakukan pendataan sekaligus membersihkan material banjir dan longsor. Tepatnya pada hari ini, Rabu (27-11-2019) tim dari TRC BPBD melakukan goro bersama masyarakat di Nagari Lurah Ampalu.

“Kerugian sementara dapat diprediksi sekitar Rp 1.032.000.000 (Satu milyar tiga puluh dua juta rupiah) Saat ini, tim sedang fokus dalam membersihkan material longsor dan banjir,” kata Budi menghakiri.  (herry suger)

 

DATA SEMENTARA DAMPAK BENCANA ALAM BANJIR DAN LONGSOR DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN 25 NOVEMBER 2019

  1. Daerah Terdampak 1. Kecamatan V Koto Kampung dalam – Nagari Sikucur Utara – Korong Bio – Bio Longsor menimpa badan jalan 2. Kecamatan Ulakan Tapakis – Nagari Sei Gimba Ulakan Kerusakan Merusak Batu baronjong di tepi sungai 3. Kecamatan V Koto Timur – Nagari Gunuang Padang Alai – Korong Patamuan Kerusakan – 1 Unit Jembatan Rusak Kerugian ± Rp. 800.000.000,- 4. Kecamatan Sei Limau – Nagari Pilubang – Korong Pinjauan Kerusakan – 1 Unit Jembatan Rusak Kerugian ± Rp. 20.000.000,- 5.Kecamatan Sei Geringging – Nagari Kuranji Hulu – Korong Kalawi Kerusakan – 1 Unit Jembatan Rusak Kerugian ± Rp. 51.000.000,- 6.Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam – Guguak – Korong Padang Lapai Kerusakan – Saluran Irigasi Anai Sasapan Kerugian ± Rp. 60.000.000,- 7.Kecamatan VII Koto Sei Sariak – Lurah Ampalu – Guguak Kerusakan – Terkikisnya tebing aliran sungai ( Normalisasi sungai ) Kerugian ± Rp. 101.000.000,- b. Dampak/Kerusakan 1. 3 unit Jembatan Rusak 2. Saluran Irigasi Anai Sasapan 3. Normalisasi Sungai c. Prakiraan Total kerugian ± Rp 1.032.000.000,- (Satu milyar tiga puluh dua juta rupiah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*