Bank Mutiara Dibeli Jepang

bank_mutiaraJakarta, PADANGTODAY.com – Investor Jepang J Trust Co Ltd jadi satu-satunya calon pembeli PT Bank Mutiara Tbk yang mengikuti proses fit and proper test Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila nanti lolos, belum tentu status bekas Bank Century itu dipertahankan sebagai perusahaan publik.

Advertisements

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menjelaskan, Bank Mutiara bisa tak lagi melantai di Bursa Efek Indonesia, kalau memang sang pemilik baru memilih demikian. J Trust rencananya membeli 99,996 persen saham eks Bank Century tersebut.

“Kalau dilihat dari sisi peraturan ada ketentuan pengambilalihan perusahaan tbk, refloat saham dan lain-lain,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/9).

Saham publik di Bank Mutiara cuma 0,04 persen. Seandainya J Trust hendak menarik bank ini dari lantai bursa, Nurhaida mengingatkan ada prosedur yang harus diikuti, termasuk kembali menggelar tender offers bila perseroan tetap ingin bertahan di BEI.

“Nanti tetap harus ada saham publik atau ada pemilik baru membeli saham publik. Nanti kita coba lihat dulu. Kita tidak tahu rencana ke depan pemegang saham,” kata Nurhaida.

OJK sampai sekarang belum mendapat keterangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengapa memilih J Trust sebagai satu-satunya investor yang lolos. LPS adalah pemegang nyaris seluruh saham Bank Mutiara, dan sejak enam tahun terakhir berusaha menjual bank bermasalah itu.

Sesuai aturan PT Bursa Efek Indonesia, agar tetap tercatat sebagai perusahaan terbuka, saham perseroan harus dimiliki publik minimal 7,5 persen.

Akhir pekan lalu, LPS menjual 99,996 persen saham Bank Mutiara di bawah dana talangan yang sudah digelontorkan pemerintah sejak 2008. Total dana talangan mencapai Rp 7,94 triliun.

J Trust menyisihkan calon pembeli lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Artha Graha Tbk, Bank of China (Hong Kong) dan Leong Bank(Malaysia).

Perusahaan Jepang itu bukan kali ini saja menanamkan modal di perbankan Indonesia. J Trust sebelumnya sudah membeli 9 persen saham PT Bank Mayapada International Tbk milik taipan Datok Sri Tahir pada awal 2014.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*