Banpol Syariah Tak Pernah Bosan “Gusur” Pria ke Masjid

13 petugas Banpol Putri Satpol PP Padangpanjang

13 petugas Banpol Putri Satpol PP Padangpanjang

PADANGTODAY.COM — 14 wanita berseragam coklat dipadu jilbab biru, tampak begitu anggun menaiki mobil patrol bermerek dinding Satpol Padangpanjang untuk menghimbau setiap laki-laki baligh untuk masjid mengikuti rangkaian ibadah Jumat.
Sekira pukul 11.30 WIB Jumat siang, sudah menjadi agenda rutin Satpol PP Padangpanjang melalui tenaga Banpol wanita menyuarakan ke tengah-tengah masyarakat untuk segera meninggalkan aktivitas mengingat waktu ibadah Jumatan sudah masuk. Satu unit patrol Banpol Syariah berkeliling ke setiap penjuru kota.
Salah satu ciri khas Padangpanjang sebagai Kota Serambi Mekkah, sepertinya tergambarkan dengan aktivitas Banpol Putri tersebut untuk terus menyuarakan kaum muslim baligh agar segera menuju masjid mengikuti proses ibadah Sholat Jumat.
“Maaf pak” Itu ucapan pertama yang meluncur dari mulut wanita-wanita muda berjilbab dan berseragam coklat ini saat mendekati salah seorang laki-laki dewasa di satu unit kios di bilangan Pasar Padangpanjang. Berbahasa penuh sopan santun dibarengi senyum ramah, petugas banpol wanita itu mengingatkan agar segera bersiap menuju masjid.
Sri Oktalisa, yang telah bergabung sebagai banpol setidaknya sejak 5 tahun silam itu mengaku mengalami pahit manis pengalaman bertugas di lapangan. Termasuk imbauan setiap Jumat. Meski dengan ramah, tidak jarang pula “dilecehkan” kaum laki-laki dengan kata-kata kasar ketika diingatkan. Meski demikian, putri pensiunan TNI itu mengaku tidak pernah merasa bosan menjalankan perintah kerja tersebut.
“Ada yang kesal diingatkan, ada juga yang menjawab dengan baik seperti ucapan terima kasih atas imbauan kami. Meski terkadang kita dikasari, namun bukan berarti pula harus tidak menjalankan tugas. Karena selain perintah, lebih jauh kegiatan ini kami yakini sebagai bagian dari mencari pahala dengan mengingatkan orang untuk menunaikan ibadah,” tutur Lisa diamini sejumlah rekannya yang lain.
Hampir sama diakui Rani Harman, banyak yang merespon positif ajakan banpol, ada juga yang mengolok dengan ragam perilaku. Akan tetapi disebutkannya, selama menunaikan tugas mengajak laki-laki dewasa menghentikan kegiatan dan segera bersiap ke masjid belum ada yang berlaku kasar. Sebanyak 15 petugas banpol putrid, di sebar ke beberapa titik pusat-pusat keramaian sejak 2010.
“Kami mejalankan tugas ini berawal sejak 2010 silam, sesuai dengan tujuan rekruitmen banpol putrid saat itu. Alhamdulillah, selama bertugas belum ada hal buruk yang dialami. Mungkin mode karakter masyarakat Padangpanjang yang memang bernuansa tinggi dalam keagaamaan,” ujar Tia Anggraini menyambung ucapan Rani.
Tokoh masyarakat Kelurahan Bukitsurungan, Z Dt Pangulu Batuah menilai program Satpol PP melalui Banpol Syariah setiap Jumat tersebut bernilai positif. Terutama mengingat imbauan untuk segera bersiap menunaikan ibadah, dikatakan tidak hanya membawa berkah bagi personal yang diajak. Akan tetapi dikatakannya, member dampak luas bagi kebiasaan masyarakat.
“Sangat umum masyarakat keseringan lalai dalam menyongsong jadwal ibadah. Khususnya Jumat, di Padangpanjang bertepatan hari pasar. Tentunya kesibukan dunsanak di pasar akan berdampak tidak bisa lebih awal ke masjid, jika tidak ada yang mengingatkan,” jawab pejabat RT tersebut memuji kinerja banpol putrid.

(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*