Banyak Petani Merugi Disebabkan Anjloknya Harga Sayur

thumb_1610141159_harga-sayur-anjlok-petani-merugi

Advertisements

Tanah Datar, PADANGTODAY.com-Rabu (15/10) Wakil Bupati Tanah Datar melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Salimpauang, sekaligus melakukan rapat kerja di kecamatan yang merupakan salah satu daerah sentral sayur di kabupaten Tanah Datar. Masyarakat daerah ini yang mayoritas petani sangat mengandalkan tanaman mereka dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka sehari-hari.

Namun, dalam minggu ini harga sayur anjlok tajam seperti harga Buncis mencapai harga Rp. 300.-/kg, dan jenis tanaman sayur lainnya, sehingga para petani saat ini enggan memanen tanaman sayurnya, sembari mereka menunggu pergerakan harga untuk komunitas sayuran buncis.

Disampaikan Camat Salimpaung Hendra Setiawan di gedung serba guna Kec. Salimpauang, dalam acara ini bahwa, “setiap hari setidaknya 20 ton/hari masyarakat menjual sayur keberbagai daerah seperti Riau, Kepri, Jambi dan daerah tetangga lainnya. Sayuran tersebut diangkut oleh sekurangnya 20 buah truk. Namun, beberapa waktu lalu terjadi penurunan harga yang cukup signifikan, hal ini menyebabkan banyak petani mengalami kerugian dan para petani banyak yang tidak mau memanen tanamannya, “ujarnya.

Harga yang murah dan ongkos biaya angkut yang cukup tinggi saat ini membuat masalah ini menjadi bahan yang di ekspos oleh hendra dalam acara ini.

Ditambahkan Wakil Bupati Irdinansyah, “rendahnya harga sayur akhir-akhir ini terutama Buncis disebabkan oleh panen raya, masyarakat sangat banyak yang menanam buncis dan panennya sama, sehingga harga langsung jatuh dan yang rugi juga masyarakat. Untuk itu kedepan sangat diperlukan pengaturan pola tanam jangan sampai serentak menanam tanaman yang sama, kalau pola tanam sudah diatur maka harga akan baik. Kepada PPL yang bertugas dikawasan pertanian ini diharapkan dapat mengarahkan masyarakat dan mengatur pola tanam yang baik sehingga jika jumlah sayuran di pasaran tidak terlalu melimpah, maka stabilitas harga dapat di pertahankan, “terangnya.

Disamping itu juga berkembang berbagai usul, saran dan permintaan dari masyarakat, niniek Mamak, cadiak pandai dan alim ulama kepada Pemda tanah datar seperti kebutuhan air bersih untuk Nagari Tabek Patah, perbaikan jalan ke SMK Muhammadiyah Sumanik, trotoar di pasar Tabek Patah, pembenahan berbagai objek wisata, irigasi dan sebagainya. (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*