Bapak Sengaja Menabrakkan Diri Bersama Anaknya Ke Kereta Api

Ilustrasi

Ilustrasi

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Oktavianus Cahyo Saputro (36) dan anaknya Santa Maria Claudia (8) warga Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditemukan tewas mengenaskan di perlintasan rel kereta api antara Stasiun Purwosari hingga Stasiun Balapan, Jumat (20/3) tengah malam. Keduanya diduga sengaja menabrakkan diri ke Kereta Api Gajayana rute Jakarta- Malang.

Santa Maria Claudia merupakan siswi kelas 2 SD, putri dari Sri Lestari, hasil perkawinan dengan Cahyo. Namun pasangan Lestari dan Cahyo diketahui Rabu lalu melakukan sidang putusan cerai di Pengadilan Negeri Sukoharjo.

“Ibunya Claudia (Lestari) itu klien saya. Rabu kemarin sidang putusan di PN Sukoharjo. Hak asuh seharusnya jatuh ke dia, tapi kenapa kok malah dibawa mantan suaminya, dan kecelakaan seperti ini,” ujar Asri Purwanti, kuasa hukum Sri Lestari.

Sementara itu kakak Cahyo, Bambang Maryanto menambahkan semenjak proses cerai Claudia selalu bersama ibunya. Namun saat liburan Claudia tinggal bersama ayahnya.

“Waktu itu Claudia dibawa bapaknya sepulang sekolah karena hari Sabtu kan libur. Ia rencana mau menginap di rumah bapaknya. Kami tidak tahu kenapa bapaknya malah mengajak pergi sampai terjadi peristiwa ini,” terangnya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, saat kejadian, tak banyak warga yang mengetahuinya. Kereta api Gajayana bahkan sempat berhenti untuk memberitahukan kejadian tersebut ke petugas palang pintu. Warga dibantu petugas sempat mencari jasad keduanya yang tercerai berai.

“Kedua korban sudah kami bawa ke RSUD Dr Moewardi untuk divisum. Kondisinya memprihatinkan, dengan trauma di kepala,” ujar Kapolsekta Laweyan Solo Kompol M Dzulfikar,” Sabtu (21/3).

Kapolresta Solo Kombes Pol Achmad Lutfi mengatakan pihaknya menduga Cahyo sengaja menabrakkan diri bersama anaknya. Di saat bersamaan polisi juga menemukan dompet berisi uang Rp 7 ribu, kalung rosario, kertas bukti transfer, SIM B1. Tak hanya itu, polisi juga menemukan sebuah surat wasiat yang berisi keinginan korban untuk dikubur satu liang lahat.

“Kami juga menemukan surat wasiat dan nomor handphone mantan istri beserta orangtuanya,” ucapnya.

Kapolresta menduga korban mengajak anaknya untuk melakukan bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api.

(cob/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*