Bappenas Dorong Mentawai Pemanfaatan PLTBm

   Padang-today.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong pemanfaatan teknologi terbarukan di Kabupaten Mentawai yakini Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbahan bakar bambu.

Desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai masih banyak dialiri listrik. Berdasarkan data PLN dimana rasio elektrifikasi di Mentawai hanya 66 persen dimana sumber energi utama untuk pembangkitan masih berasal dari fosil, yakni berupa pembangkit bermesin diesel. Namun sekarang sudah dibuat PLTBm di tiga desa Kabupaten Kepulauan Mentawai,”kata Menteri PPN/Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro di Mentawai.

   Menurut Bambang, pemanfaatan teknologi terbarukan di Mentawai lebih dioptimalkan lagi sehingga semua desa bisa dialirkan listrik.

      “Kapistas PLTBm ini bisa ditingkatkan, tentunya butuh bambu yang banyak untuk bahan bakar pembangkit listrik. Ini harus cepat dipikirkan oleh Pemkab Mentawai,”pungkas dia.

    Selain itu, untuk memaksimalkan permintaan listrik, didorong juga pembangunan kawasan industri di wilayah tersebut, seperti di Kepulauan Mentawai lewat industri pariwisata.

    Sebagai upaya mendorong pariwisata di Mentawai,lanjut Bambang, infrastruktur menjadi salah satu fokus utama untuk segera dimulai pembangunannya. Nantinya, pembangunan infrastruktur Mentawai akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 -2024.

    Adapun pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan mulai dari pembangunan bandara, jalan, hingga pelabuhan.

    “Mentawai masih jadi kategori yang tertinggal, satu-satunya di Sumatera Barat. Jadi, kita akan berikan prioritas supaya tuntas di 2024,” katanya.

    Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyiapkan bibit batang bambu di Mentawai.

“Sekarang ini masyarakat  Mentawai sudah ada menanam bibit bambu,”kata dia.

Bibit yang ditanam masyarakat tersebut dibeli Perusda, selanjutnya dibawa langsung ke PLTBm untuk diolah menjadi pembangkit listrik.

    “Masyarakat memaneng bambu berusia tiga tahun untuk dijual ke Perusda, selain ini Pemkab Mentawai juga kerjasama dengan pihak PLN,”ungkap Yudas.

    General Manager PLN UIW Sumatera Barat Bambang Dwiyanto memerinci PLTBm Siberut tersebut terdiri atas tiga unit yang melistriki tiga desa. Adapun daerah dilistriki, yakni Desa Madobag dengan kapasitas PLTBm terpasang 300 kW  untuk melistriki 579 pelanggan, Desa Matotonan 150 kW ke 266 pelanggan, dan Saliguma 250 kW untuk 388 pelanggan.

   Menurut Bambang, pengoperasian pembangkit nantinya memiliki kemampuan untuk melistriki tiga desa tersebut selama 12 jam.

“Pembangkit akan dikelola oleh perusahaan daerah Sumatera Barat dan listriknya dijual ke PLN sebelum disalurkan ke masyarakat,”kata dia.

    Beroperasinya  PLTBm di Pulau Siberut mampu menekan biaya pokok penyediaan (BPP) pembangkitan provinsi tersebut.

“Setidaknya, apabila mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), BPP pembangkitan dapat mencapai Rp3.000 per kWh, sedangkan dengan beroperasinya PLTBm, BPP mampu ditekan menjadi sekitar Rp2.000 per kWh,”jelas Bambang. (dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas