Barisan Intelektual Kampus Datangi DPRD

Padang-today.com___Puluhan barisan intelektual “Mahasiswa” yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pariaman Raya (IMAPAR) Cabang UIN Imam Bonjol Padang menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang Pariaman untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut dugaan korupsi di Tarok City dan menghentikan rencana pembangunan Tarok City.

 

“DPRD Padang Pariaman kemana saja, kenapa selama ini hanya diam, padahal Kepolisian Daerah Sumbar telah melakukan lidik untuk kasus Tarok City. Tetapi DPRD sampai saat ini hanya diam, untuk itu kami meminta DPRD segera bentuk Pansus,” kata Ketua IMAPAR, Zufajri dihalaman Kantor DPRD Padang Pariaman, Kamis (5/4).

 

IMAPAR juga meminta untuk segera menghentikan pembangunan Tarok City. Karena dinilai tidak becusnya membangun yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Dan meminta kejelasan terhadap pemerintah penjelasan anggaran pembebasan lahan Tarok City.

 

“Kami meminta penjelasan anggaran pembebasan lahan pembangunan tarok city, kepada pemerintah padang Pariaman. Agar Pemerintahan Padang Pariaman untuk tidak merugikan anggaran negara dalam pembangunan Tarok City,” katanya.

 

Selain itu, Mahasiswa Asal Piaman itu juga meminta Pemerintah Padang Pariaman tentang kejelasan visibility alam dalam bentuk dokumen yang sah dari pihak terkait.

 

Serta kejelasan Amdal pembangunan Tarok City kepada pemerintah Padang Pariaman untuk segera dituntaskan.

 

“Pembangunan Tarok City itu berdampak pada alam di Padang Pariaman, dimana saat hujan sedikit saja sudah banjir, salah satu contoh putusnya jembatan kayu tanam beberapa waktu lalu, itu disebabkan oleh tarok city,” katanya.

 

Barisan intelektual itu disambut oleh Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik dan Dedi Salim.

 

Atas  tuntutan mahasiswa tersebut pihak DPRD berjanji akan membahas sejumlah tuntutan dari mahasiswa itu di DPRD.

 

“Ada beberapa tuntutan dari mahasiswa IMAPAR, tentu itu akan kami sampaikan dulu pada pimpinan. Karena saat ini pimpinan sementara sedang ada urusan ke Jakarta,” kata Taufik.

 

Mahasiswa menekankan, DPRD setempat harus mampu menentukan kapan sejumlah tuntutan itu dituntaskan.

 

Namun Taufik tidak bisa menjanjikan kapan waktunya dan menyampaikan jika sudah ada hasilnya akan diberitahukan kepada mahasiswa.

 

“Kami belum bisa janjikan kapan waktunya bisa dituntuskan tuntutan dari mahasiswa itu. Karena saat ini masih banyak tugas yang terbengkalai di DPRD, seperti Alat Kelengkapan Dewan, serta menetapkan anggaran perubahan. Untuk itu tuntutan mahasiswa ini menjadi PR bagi kami Dewan,” katanya.

 

Pantauan dilapangan, barisan intelektual tersebut berkumpul di Tugu Tabuik Pariaman sekitar Pukul 11.30 WIB, kemudian masa bergerak menuju gedung DPRD Padang Pariaman yang berda tidak jauh dari sana. (Herry Suger).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas