Barisan Intelektual kampus Datangi Kantor Walikota Pariaman

Barisan Intelektual Kampus Datangi Kantor Walikota Pariaman

Barisan Intelektual Kampus Datangi Kantor Walikota Pariaman

Advertisements

Pariaman,PADANG-TODAY.COM__Puluhan mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam ‘HMI’, Pergerakan Mahasiswa islam, ‘PMII’ dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, ‘IMM’ meminta walikota untuk dapat menyikapi aspirasi mahasiswa tentang pendidikkan, pariwisata, dan pembangunan di Kota Pariaman, jum’at 20-05-2016.

“Pemerintah Kota Pariaman untuk dapat menyikapi aspirasi kami, sekiranya aspirasi ini tidak sikapi, kami akan datang lebih banyak dari ini,” ungkap juru bicara mahasiswa, Masrizal di halaman kantor walikota Pariaman.

Menurutnya, pemerintah kota Pariaman kurang serius dalam menangapi permasalahan yang ada di Kota Pariaman. Hal ini dibuktikan dengan tidak jelasnya kosep tentang Pendidikan, Pariwisata dan Pembangunan yang ada di Kota Pariaman. Jadi kami mahasiswa HMI, PMII dan IMM menyatakan sikap untuk mempertegas kepada pengambil kebijaakan seperti walikota untuk dapat menyikapi tiga tuntutan mahasiswa tersebut yaitu, Pendidikan, Pariwisata, dan Pemerataan Pembangunan, terangnya.

Selain itu, tambahnya, kedatangan mahasiswa ini terkait dengan diperingati Hari Kebangkitan Nasional oleh Pemko Pariaman yang diselengarakan di halaman kantor Balai Kota Pariaman. Untuk itu, Mahasiswa dalam mengantisipasi jangan sampai hadir ajaran Komunis di kota Pariaman, Mahasiswa meminta agar Pemko Pariaman cepat tanggap dalam hal ini, jelasnya.

Kedatangan mahasiswa ini diterima langsung oleh walikota Pariaman di lapangan Balai Kota Pariaman bersama beberapa perangkatnya, dan yel-yel yang dusuarakan mahasiswa tersebut membuat Walikota Pariaman geram. Kenapa tidak, aspirasi yang ditullis di spanduk tersebut tidak mencerminkan bahasa yang santun.

“Adek-adek boleh menyampaikan kritikaan atau menyuarakan aspirasi tetapi dalam bahasa yang santun dan bertika hendaknya, enaknya aja meungkapkan kata bahwa pemimpin tidak bermoral dan tidak bertika. Apakah pantas intelektual kampus mengungkapkan kata kata seperti itu ” ungkap Mukhlis Rahman di hadapan puluhan mahasiswa.

Dijelaskan, tuntutan mahasiswa ini akan disikapi oleh Pemko Pariaman bersama pemerintah terkait. Sepanjang kritikan tersebut untuk membangun Kota Pariaman, dalam hal ini pihak pemerintah akan bergandeng tangan dengan mahasiswa. Namun, berikanlah masukan dan kritikan yang santun dan beretika dalam berbahasa, tegasnya.

Kemudian, barisaan intelektual ini mendatangi kantor walikota dari pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB secara tertib membubarkan diri menuju kantor DPRD Kota Pariaman untuk menampaikan aspirasi yang sama, (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*