Basril Latief Meradang, Pasien Dikasari Dokter

Basril Latief SH anggota DPRD Kota Payakumbuh

Basril Latief SH anggota DPRD Kota Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Anggota DPRD Payakumbuh Basril Latief meradang. Masih ada laporan dokter dan karyawan RSUD Adnaan WD yang kasar dengan pasien dan keluarga pasien. Terjadi persoalan yang tidak mengenakkan hati orang tua pasien sebab kata-kata yang dikeluarkan oleh dua orang dokter. Hal ini terjadi awal pekan lalu.

Pengaduan pasien tidak sekali dua kali disampaikan. Basril Latief sendiri, mengaku menyaksikan sendiri pelayanan pihak RSUD yang masih di bawah standar pelayanan yang biasa digelar di rumah sakit umum lainnya. Kali ini, laporan diterima tentang perkataan kasar dari dua orang dokter, tentang jaminan BPJS dan Askes orang tua pasien yang tidak bisa diproses.

Sehingga, pasien harus didaftarkan dengan karcis umum dan membeli obat di apotek umum serta menambah beli obat di apotek luar rumah sakit.

Dikonfirmasi, Direktur Utama RSUD Dr Adnaan WD Payakumbuh, dr Herijon MKes, Jum’at (23/1) siang mengakui, kasus seperti itu setiap hari dialaminya. Pelayanan yang terjadi diakuinya disebabkan antara BPJS dengan RSUD tidak sepaham dan selalu berberda persepsi.

Akibatnya, banyak orang menyalahkan pihak RSUD, padahal program BPJS yang amburadul. Jangankan masyatakat yang dirugikan, kami juga ikut dirugikan, karena ada beberapa kwitansi di RSUD dengan jumlah Rp193 juta tidak bisa diklaim.

”Terhadap adanya oknum dokter maupun karyawan yang berbicara kasar atau ketus kepada pasien atau keluarga pasien kami minta maaf. Yang jelas keberadaan RSUD adalah milik semua masyarakat, setiap persolan kami tindak lanjuti, dan dokter serta karyawan tidak boleh kasar, bekerja harus ihklas,” ujar Herijon.

Basril Latief anggota Komisi C DPRD kota Payakumbuh, mengatakan, pihaknya sudah melihat secara langsung, pelayanan di rumah sakit memang banyak dokter dan karyawan yang kasar. Dokter dan karyawan seperti itu, sudah seharusnya diberhentikan saja bekerja di rumah sakit.

”Dengan tidak seragamnya antara RSUD dengan BPJS, harus dicari solusinya, jangan dibiarkan berlarut-larut, kita semuanya tentu sepakat meningkatkan pelayanan prima dan dokter maupun karyawan harus memberikan senyuman kepada pasien dan keluarga pasien,” harap Basril Latief yang anggota Komisi C DPRD yang membidangi Kesehatan ini.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*