Batu Akiak Suliki Diperkenalkan, Bakorpakem Payakumbuh Studi Koperatif ke Mataram

Setelah-memberikan-cincin-batu-akiak-lumuik-suliki,-Muspida-Payakumbuh-dan-Muspida-Kota-Mataram,-saling-memperlihatkan-batu-cincin-lumuik-suliki-kepada-publik,-dalam-acara-pertemuan-Bakorpakem-di-Mataram,-Kamis-

Advertisements
Setelah Memberikan Batu Akiak kepada Muspida Kota Mataram Walikota Payakumbuh Riza Falepi Berfoto bersama sambil melihatkan batu akiak.

Setelah Memberikan Batu Akiak kepada Muspida Kota Mataram Walikota Payakumbuh Riza Falepi Berfoto bersama sambil melihatkan batu akiak.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, jadi daerah tujuan bagi anggota Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Payakumbuh, untuk melakukan kunjungan kerja atau studi koperatif, 19-22 November. Kunjungan ini diperlukan, untuk berbagi informasi terhadap penanganan aliran kepercayaan masyarakat dan memelihara kerukunan umat beragama di Payakumbuh ke depan. Walikota Riza memperkenalkan batu akiak lumuik Suliki kepada pimpinan kota setempat.

Rombongan studi koperatif ke Mataram berjumlah 45 itu, dipimpin langsung pasangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, bersama Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam. Dalam rombongan ini juga ikut Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Trisno Widodo, Ketua MUI H. Mismardi, BA, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Desembri P. Chaniago bersama pengurus lainnya. Berikutnya Kepala Kantor Kesbangpol Hj. Elfriza Zaharman bersama puluhan stafnya sebagai penyelenggara kegiatan.

Kemudian juga ikut serta Kepala Kantor Kementerian Agama H. Salman S. Memed, Kepala Dinas Pendidikan H. Hasan Basri, Kasat Intel Kejari Mursal, SH, Kasat Intel Kodim Suherman, Kasat Intelkam Polresta AKP Efrizaldi, SH, MH, serta Asisten I Setdako Yoherman, camat kelima kecamatan, sejumlah kabag di jajaran Setdako dan pimpinan SKPD terkait.

Kedatangan rombongan Bakorpakem Payakumbuh di Mataram itu, disambut hangat Walikota Mataram H. Ahyar Abduh bersama Wawako Mohan Ruslikana dan Sekdako HL. Makmur Said. Tidak hanya itu, tuan rumah juga menghadirkan Ketua DPRD Mataram H. Didi Sumardi, seluruh anggota Muspida, Ketua MUI, Ketua FKUB Mataram, jajaran SKPD terkait serta Ketua Perantau Sumatera Barat di NTB dan Mataram. “Kita diperlakukan teramat baik oleh tuan rumah,” ucap Wawako Suwandel Muchtar, Minggu (23/11).

Selain menjelaskan rencana kunjungan, Walikota Riza Falepi, menggambarkan kondisi Payakumbuh sekarang ini. Menurutnya, dari 125 ribu jiwa penduduk Payakumbuh, 98 persen di antaranya dalah pemeluk agama Islam. Sisanya, pemeluk agama kristen protestan, katolik dan lainnya. Kerukunan umat beragama berjalan baik, damai, tak ada keributan. Kalaupun ada, hanya bersifat interen, tapi dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

Walau begitu, sebut Walikota Riza, kebijakan-kebijakan apa yang pantas ditiru dalam penanganan kerukunan umat beragama di Pulau Lombok dan Mataram ini, yang pantas dibawa pulang ke Payakumbuh. “Sepanjang untuk kebaikan dan kemajuan, kebijakan Mataram ini pantas dipelajari,” tegas walikota.

Sementara itu, Walikota Mataram Ahyar Abduh, juga mengaku senang dengan kunjungan rombongan Payakumbuh dimaksud. Menurutnya, dari segi luas wilayah, Mataram kalah luas dengan Payakumbuh. Hanya saja, dari kepadatan penduduk, Kota Mataram lebih tinggi dengan ragam agama suku dan etnis yang lengkap. Keenam agama di Indonesia, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu ada di Kota Mataram. “Mataram untuk semua warga Indonesia,” tegasnya.

Menyinggung potensi konflit, menut Walikota Mataram Ahyar, bisa saja terjadi. Tapi, dengan pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan FKUB, semua konflit dapat diselesaikan dengan damai. Menurutnya, pemko memfasilitasi terhadap pertikaian internal sesama pemeluk agama. Pendekatan sosial budaya, ternyata cukup ampuh mempersatukan seluruh pemeluk agama di Mataram.

Pertemuan Bakorpakem kedua daerah itu, berakhir dengan pertukaran cenderamata. Tuan rumah juga membagi-bagikan Alqur’an kepada seluruh rombongan Payakumbuh. Sebaliknya, selain plakat kota, makanan khas, pakaian tenun dan songket, Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wawako H. Suwandel Muchtar, Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam serta Dandim 0306/50 Kota Trisno Widodo juga menyerahkan cincin batu akiak lumuik Suliki kepada pimpinan daerah setempat.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*