Bawaslu Bukittinggi Tangani Dugaan Perusakan APK

 

   Padang-today.com – Badan Pengawas Pemilu Kota Bukittinggi menangani kasus dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) salah satu partai politik peserta Pemilu 2019.

“Saat ini ada satu kasus dugaan perusakan APK,”kata Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi.Ruzi Haryadi di Padang.

    Ia menjelaskan, kasus tersebut dilaporkan salah satu parpol peserta pemilu Kota Bukittinggi beberapa hari yang lalu.

“APK dirusak orang tak dikenal di daerah Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi,”ungkapnya.

     Dalam kasus ini lanjutnya Bawaslu koordinasi dengan pihak Gakhumdu Kota Bukittinggi. Pihaknya tidak ingin gegabah dalam menangani kasus pelaporan dugaan perusakan APK, maka koordinasi dengan Gakhumdu,”jelasnya.
Penangana selama tujuh hari

Sementara itu Alni Komisioner Bawaslu Sumbar menyatakan ada dua dugaan pelanggaran pidana Pemilu.

“Satu terjadi di Kabupaten Dharmasraya, kemudian di Kota Bukittinggi,”katanya.

Masa kampanye Pemilu 2019 rawan terjadinya pelanggaran. Bawaslu harus kerja ekstra dalam masa kampanye.

“Dugaan pelanggaran Pemilu kemungkinan banyak yang masuk ke Bawaslu,”ujar Alni

   Disilain Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efritrimen menjelaskan cara atau teknis pengawasan tidak jauh beda pada pemilu sebelumnya. Namun di pemilu 2019 nanti, diminta bagaimana anggota Bawaslu buat pola pengawas yang lebih efektif.

   “Memang peran Bawaslu ada tiga bentuk, yakni pencegahan, kedua penindakan dan ketiga penyelesaian sengketa pemilu. Kami tetap mengedepankan pencegahan agar potensi pelanggaran dapat seminim mungkin,”katanya.

     Sejalan upaya pencegahan munculnya pelanggaran Pemilu, Bawaslu juga memetakan kerawanan sejumlah pelanggaran pada tahapan-tahapan Pemilu.

    Sebagaimana diketahui, saat ini tahapan Pemilu 2019 sedang berproses, yakni masuk tahapan kampanye. Untuk itu Bawaslu harus mengawasinya.

    “Jika ditemukan pelanggaran dan sengketa, dalam penindakan khususnya pidana diharapkan kerjasama dengan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), unsur kepolisian dan kejaksaan, dimulai klarifikasi dan alat bukti,” jelas Surya Efitrimen. (der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*