Bawaslu Lima Puluh Kota Selenggarakan Rapat Pengawasan Partisipatif, Lima Puluh Kota Cenderung Aman

Bawaslu Lima Puluh Kota Selenggarakan Rapat Pengawasan Partisipatif, Lima Puluh Kota Cenderung Aman
Bawaslu Lima Puluh Kota Selenggarakan Rapat Pengawasan Partisipatif, Lima Puluh Kota Cenderung Aman

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Banjir pertanyaan dan pendapat. Itulah Rapat Pengembangan Pengawasan Pemilihan Umum Partisipatif untuk Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD, dan Pemilihan Umum Presiden Wakil Presiden Tahun 2019 yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota di Hotel Kolivera 3 Payakumbuh, (27/12/2018). Saat Komisioner Bawaslu Sumbar Nurhaida Yetti SH MH menyelesaikan presentasi tentang Pengawasan Pemilihan Umum Tahun 2019.

Nurhaida Yetti yang Kordiv Hukum Bawaslu Sumbar di awal selaku pemateri pertama mendapat pertanyaan bertubi-tubi. Salah satu persoalan yang harus menjadi PR, artinya belum tuntas dijawab adalah kenapa opsi kotak suara Pemilu harus dari kardus. Belum selesai menjawab ini tuntas, peserta Rapat Pengawasan; Panwas 13 kecamatan, OPD, KNPI, Ormas, Penyuluh Agama, wartawan, dan unsur masyarakat lainnya 50 peserta, sudah ada pertanyaan tentang kebenaran apakah orang gila dapat memilih di Pemilu.

“Untuk Pemilihan Umum tahun 2019, penyelenggara Pemilu telah mendapatkan sistem terbaik guna penyelenggaraan Pemilu. Termasuk di Limapuluh Kota dengan 1.256 TPS,” ungkap Nurhaida Yetti.

Bawaslu Lima Puluh Kota Selenggarakan Rapat Pengawasan Partisipatif, Lima Puluh Kota Cenderung Aman
Bawaslu Lima Puluh Kota Selenggarakan Rapat Pengawasan Partisipatif, Lima Puluh Kota Cenderung Aman

Mendampingi Nurhaida Yetti, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lima Puluh Kota, Zumaira S.I MH ikut menjelaskan soalan Bawaslu Lima Puluh Kota. Bersama, Ketua Bawaslu Lima Puluh Kota Yoriza Asra SE, dikatakan bahwa telah ada 13 Panwascam, serta Panwas Nagari. Saat akan Pemilu 2019 akan dibentuk Panwas TPS.

Pemateri berikutnya Dosen Sosiologi dan Ilmu Politik Eka Widya Putra, berbicara tentang Pengawasan Partisipatif. Eka Widya Putra bicara soal urgensi Pemilu 2019. Sesuai teorema politik, bahwa 5 kali Pemilu di masa serupa bakal menjadikan suasana politik menjadi baik. Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014, dan Pemilu 2019 yang sebentar lagi datang.

“Setelah lima kali Pemilu ini, jika kita belum mendapatkan suasana politik terbaik, maka akan sangat diragukan masih adakah kita akan memiliki energi untuk suasana politik yang lebih baik lima tahun sesudah ini,” Eka Widya Putra yang dulunya aktifis mahasiswa ini.

Untuk Pemateri berikutnya, setelah Ishoma tampil Ketua Bawaslu Lima Puluh Kota, Yoriza Asra SE dengan materi, Strategi Pengawasan Pemilu Tahun 2019. Materi Penutup yang didampingi oleh Komisioner Bawaslu Ismet Aljannta SFil I itu ditanggapi oleh banyak penanggap. Para Komisioner serta Sekretaris Bawaslu Lima Puluh Kota, Putra Illah Khair SPd mengaku puas akan sukses kegiatan ini.

“Wilayah Lima Puluh Kota dengan 1.256 TPS cenderung aman. Partisipasi masyarakjat segala unsur sangat kita harapkan,” tukas Yoriza Asra sembari menerangkan soalan masa kampanye dan teknis pelaksanaan pengawasannya. Bahwa ada 3 unsur pekerjaan Pengawas Pemilu; Pengawasan, Pencegahan, dan Penindakan.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas