Bawaslu Sumbar Mengajak Penyandang Disabilitas Awasi Pemilu

 

   Padang-today.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Sumbar mengadakan sosialisasi pengawasan pada penyandang disabilitas.

     “Kita koordinasi dengan beberapa pemanggu kepentingan, misalnya Gerkatin, PPDI, Pertuni untuk melakukan sosialisasi pengawasan Pemilu 2019,”kata Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Karnalis Kamaruddin di Padang.

Saat pemaparan, materi dari pimpinan Bawaslu itu langsung diterjemahkan interpreter bagi tuna rungu dan wicara.

    Ia menjelaskan, kaum difabel punya hak terkibat aktif dalam Pemilihan.

     “Pemilu ini hajat orang banyak. Kalau mereka sudah punya syarat tentu mereka bisa berpartisipasi,”ungkapnya.

   Bawaslu menginginkan kaum disabilitas aktif dalam pengawasan Pemilu 2019 jujur dan adil.

    “Pengawasan partisipatif bagi disabilitas demi Pemilu jujur aman dan tertib,”imbuh Karnelis

     Sementara itu Vifner Komisioner Bawaslu Sumbar menyatakan sosialisasi ini merupakan salah bentuk perhatian Bawaslu bagi penyandang disabilitas di Pemilu 2019. pihaknya memang mendorong semua kelompok yang berpotensi tidak tidak terdata sebagai pemilih untuk terlibat langsung dalam pengawasan.

     “Caranya bisa macam-macam, pertama paling cepat adalah mengecek apakah soal mereka terdata sebagai pemilih atau tidak. Kedua, ikut terlibat pengawasan bersama kami,”katanya.

    Bawaslu juga melibatkan organisasi penyandang disabilitas karena dinilai mengetahui kebutuhan anggotanya, termasuk apa yang bisa di lakukan dari sisi pengawasan.

   “Mereka yang tergabung dalam kelompok disabilitas diharapkan bisa ikut membantu Bawaslu terhadap mengawasi jalannya pemilihan,”jelas Vifner.

   Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra menyatakan kaum disabilitas memiliki hak yang sama dalam Pemilu 2019.

     “Orang-orang berkebutuhan khusus juga memiliki hak pilih seperti masyarakat umum,”katanya.

   Ia menjelaskan  KPU akan memfasilitasi para penyandang disabilitas melakukan proses pemilihan.
“TPS-nya tidak dibedakan, mereka memilih di TPS yang sama dengan pemilih lainnya, tergantung dari tempat tinggalnya,”

     Hal perlu diperhatikan yakni untuk penyandang disabilitas yang memakai kursi roda, jadi harus diperhatikan pintu masuk dan lorong-lorong tempat pemungutan suaranya, biar mereka bisa melaksanakan pemilihan dengan baik.

Khusus pemilih tunanetra nantinya akan diberikan pendamping ke ketika memasuki TPS dengan membawa surat pendamping.

“Jika ada intervensi untuk memikih kaum disabilitas silahkan melapor ke PPS, pihak kepolisian yang berada di TPS,”jelas Nova Indra.

    Disisi lain Ketua Pertuni Sumbar,Arisman menyatakan sangat bersyukur Bawaslu menggandeng kaum disabilitas dalam pengawasan Pemilu 2019.

“Di sosialisasi ini kita yang tadinya tidak tahu jadi mengerti pelanggaran atau apa. Kita akan ke mana atau apa,”katanya.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas