Bayu: Sebar Hoax, Pelaku Dipenjara 6 Tahun

 

Padang-today.com Era teknologi saat ini begitu pesat, membuat berbagai informasi dengan mudah diakses dan cepat diterima.

Masyarakat yang memiliki dan menggunakan handphone berbasis android, akan mudah menerima segala macam informasi dari berbagai aplikasi (WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, YouTube).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu menyatakan informasi maupun berita yang didapat /diterima ini tentu harus dicermati terlebih dahulu, karena belum tentu berita yang diperoleh tersebut benar adanya.

“Bisa jadi, berita yang diterima ini ternyata belum tentu kebenarannya /bohong (hoax),”kata dia.

Apalagi, lanjut dia berita yang didapatkan langsung kita bagikan (share) ke orang lain.

“Hal inilah yang dapat memicu gejolak atau berdampak kepada terjadinya gangguan keamanan, kenyamanan serta keresahan ditengah-tengah masyarakat,”jelas Bayu.

Bayu menambahkan, dampak dari penyebaran informasi/berita yang belum tentu kebenarannya tersebut juga bisa dipidanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Masyarakat yang ikut menyebarkan berita bohong, khususnya melalui media sosial juga dapat terancam dengan UU ITE.

“Ancaman hukumannya tidak main-main, pidana penjara 6 tahun atau denda 1 Milyar,” tegasnya.

Maka dari itu, Kombes Pol Satake kembali mengajak masyarakat untuk selalu menyaring terlebih dahulu informasi yang diperoleh, dan tidak langsung membagikannya kepada yang lain.

“Sharing dahulu sebelum share. Jadilah masyarakat yang cerdas dalam menyebarkan informasi (berita),” pungkasnya.

Bayu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan setiap informasi yang diperoleh.

“Jangan mudah percaya dulu dengan berita yang belum tentu kebenarannya (hoax). Harus hati-hati, cermati berita yang didapat,”imbuh dia.(dpg)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas