Belum Redup, Lumut Suliki Jadi Ikon Luak Nan Bungsu

Batu lumut milik Betta Karisma (26) menjadi juara 1 dalam Kejurnas Session 2 Indonesian Gemstone (IGS), 24-29 Mei silam.

Batu lumut milik Betta Karisma (26) menjadi juara 1 dalam Kejurnas Session 2 Indonesian Gemstone (IGS), 24-29 Mei silam.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Kendati gempita batu akik meredup sejak awal tahun 2016 ini, tapi geliatnya masih terasa dan bertahan sampai sekarang. Geliat kegemaran pada batu akik diperlihatkan oleh komunitas kolektor di Kafe Tanarawa, Soekarno-Hatta, Payakumbuh pada kegiatan mereka, Minggu (12/06).

Berlatar kesetiaan melestarikan dan mengenalkan kepada dunia luar akan batu lumut terutama Lumut Suliki (moss agate of suliki), komunitas kolektor ini bersemangat mengadakan kegiatan mereka. Adalah Bobby Abinoa, Betta Kharisma, Angga, Windra Gemslovers, Amransyah, Fathurahman, Anggi Afian, Agus, serta beberapa yang lainnya menjadi anggota dari komunitas ini.

Tak tanggung-tanggung, satu prestasi yang telah diraih adalah batu lumut milik Betta Karisma (26) yang dibawa oleh tim yang diketuai oleh Amransyah Fathurahman menjadi juara 1 dalam Kejurnas Session 2 Indonesian Gemstone (IGS) yang diadakan di Mall Season City Jakarta pada 24-29 Mei silam. Kategori yang dimenangkan adalah Moss Agate (Lumut) dengan nama batunya Green Moss Agate Suliki.

“Kami komit untuk tetap menjadikan batu lumut Suliki sebagai primadona dalam dunia batu akik di Payakumbuh, kapan lagi kita mencintai sumber daya alam dari kampung kita sendiri,” kata Betta Kharisma.

Betta juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu ia berhasil bertransaksi dengan pembeli dari Bahrain senilai 35 juta beberapa waktu yang lalu.

“Transaksi online menjadi salah satu cara kami mengenalkan lumut Suliki kepada dunia luar, kami pernah bertransaksi dengan pembeli dari Malaysia, Singapura bahkan dengan orang Panama,” ujar Bobby menambahkan.

Di saat yang sama Amransyah Fathurahman juga mengharapkan peran pemerintah baik kabupaten maupun kota untuk ikut kiranya membuat program atau kebijakan menyangkut keberadaan batu akik lumut ini. Dengan begitu, menurutnya, Batu Lumut Suliki bisa menjadi salah satu ikon Luak Nan Bungsu kedepan.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Yanuar Gazali, SE anggota DPRD Kota Payakumbuh yang juga penggemar dan pencinta batu akik lumut, dengan sangat antusias dia mendukung apabila nantinya batu Lumut Suliki menjadi ikon Luak Nan Bungsu.

“Saya sangat bangga membawa batu Lumut Suliki sebagai cindera mata apabila ada kunjungan kerja ke daerah lain,” ujar Yanuar bangga.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas