Bentrok Antar Dua Kelompok Pekerja Salah Satu Perusahaan Di Kabupaten Musirawas Utara

Ilustrasi bentrok

Ilustrasi bentrok

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Bentrok antar dua kelompok pekerja salah satu perusahaan di Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, mengakibatkan tiga orang tewas dan tiga lainnya menderita luka-luka berat. Bentrok dua kelompok pekerja masing-masing terdiri tiga orang itu terjadi, Rabu (4/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani, menjelaskan kejadian yang menewaskan tiga korban itu terjadi di gudang Warung Serba Ada (Waserda) PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS), Desa Jadi Mulya Estate, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara).

Kronologis kejadian gara-gara senggolan antar pekerja, pada Selasa (3/2) sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu Heriansyah masuk ke gudang Waserda PT BSS tak sengaja menyenggol badan Heri Too serta terjadi adu mulut dan perkelahian bisa dicegah.

Nampaknya kemarahan itu masih berlanjut pada Rabu (4/2) sekitar pukul 09.00 WIB, Heri Too mencari Heriansyah dan kembali bertemu di gudang waserba tersebut.

Saat itu terjadi keributan dan baku hantam antara dua kelompok, mereka sama-sama menggunakan kayu balok dan senjata tajam jenis parang.

Dalam pertarungan itu kelompok Heri Too (29), pekerja Kantor PT BSS dan Nopri (30) buruh kebun tewas serta Lesi (26) luka berat.

Sedangkan kelompok Heriansyah yang meninggal dunia Aljazair (35) pekerja pembibitan, sedangkan Heriansyah, mandor panen dan Paskaran (32) warga Sumber Makmur, mengalami luka berat.

Tiga korban yang meninggal dunia itu sudah dikembalikan ke rumah keluarganya masing-masing, sedangkan tiga korban luka berat masih dirawat di Rumah Sakit Muara Rupit dengan pengawalan ekstra ketat aparat Polsek Nibung dan Polsek Rupit.

“Kami sudah mengamankan situasi sekitar tempat kejadian perkara dan sejumlah barang bukti, sedangkan kondisi sekarang aman dan kondusif,” kata Kapolres seperti dikutip dari Antara, Jumat (6/2).

Aparat kepolisian langsung melakukan penggalangan terhadap dua keluarga yang bertikai bersama tokoh masyarakat, agama, dan pihak Kecamatan Nibung. Kepada perusahaan diimbau agar mengambil tindakan dan melakukan mediasi secara internal, jika ada masalah antarkaryawan ataupun pekerja lainnya.

Penjabat Bupati Muratara Agus Yudiantoro mengatakan saat ini kondisi di tempat kejadian perkara telah kondusif termasuk di sekitar keluarga korban.

“Saya turun ke TKP bersama Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani melakukan pendekatan persuasif agar kejadian itu tidak meluas apa lagi kelompok yang bentrok masih ada hubungan keluarga,” jelasnya.

Kejadian itu tidak ada hubungannya dengan masalah suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), dengan demikian para tokoh agama, pemuda dan pemerintah desa diimbau untuk menyelesaikan hal itu dengan musyawarah mufakat, tandasnya.
(hhw/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*