Berikut Ini Konglomerat Bergaya Hidup Melarat

klaus-zapf-rev1PADANGTODAY.com – Ukuran standar kekayaan memang berbeda-beda. Mereka yang berpenghasilan di atas 100 juta per bulan mungkin bisa dikategorikan konglomerat atau jutawan.

Advertisements

Namun para orang kaya kali ini malah bergaya hidup bak orang miskin. Padahal mereka pemilik beberapa perusahaan, mempunyai puluhan properti bernilai miliaran, malah saban hari uangnya dibagi-bagikan ke pengemis dan dia berbaur dengan peminta-minta lain. Bagi mereka mungkin hal itu memuaskan batin lantaran ketenangan jiwa tidak bisa dibeli oleh apa pun.

Inilah konglomerat bergaya hidup melarat:

1.Shiraj Haque
Shiraj Haque asal India kini menetap di Ibu Kota London ternyata memiliki properti seperti hotel, restoran, dan toko swalayan bernilai total Rp 96,8 miliar. Namun tak ada yang mengetahuinya lantaran dia malah tinggal di rumah kontrakan bersubsidi dengan nilai sewa hanya Rp 2,6 juta per bulan.

Haque seorang pengusaha kaya yang juga berpartisipasi dalam Partai Sosial Demokrat Inggris. Dia melakukan ini lantaran ingin mengetahui nasib rakyat golongan menengah ke bawah yang sesungguhnya. Dalam tabungan dia tersimpan uang senilai Rp 3,5 triliun. Namun warga mengatakan saban hari hanya melihat Haque dan keluarga makan makanan cepat saji yang sangat murah.

2.Eisha
Sehari-hari seorang janda asal Arab Saudi diketahui bernama Eisha hanya duduk di pinggiran Kota Jeddah dan berada di antara pengemis. Tak ada satu pun yang tahu ternyata dia seorang jutawan. Dia memiliki empat rumah di distrik Al-Balad, permata bernilai sekitar Rp 3,1 miliar dan tabungan senilai Rp 9,4 miliar.

Harta itu memang dia dapatkan dari mendiang suaminya. Namun sejak kepergian sang suami yang terlalu cepat, dia merasa kesepian lalu sering berjalan-jalan. Dia pun membiarkan sejumlah keluarga tinggal di rumah secara gratis. Sebelum meninggal Eisha bahkan membagi-bagikan harta kekayaannya pada kawan-kawan pengemisnya.

3.Robert DSouza
Robert D’Souza lelaki penghuni sebuah rumah bagi pengemis di Kota Colaba, India, ternyata memiliki kekayaan bernilai miliaran. Dia tidak pernah melansir sebab memang tak pernah mau tahu berapa jumlahnya. Sehari-hari dia hanya berjalan-jalan keliling kota dan melihat pemandangan.

Rupanya kegiatannya itu bukan tanpa alasan. D’Souza pernah terserang katarak yang mengganggu penglihatannya. Namun setelah katarak itu bisa dioperasi, kerjaannya hanya melewati hari melihat keindahan alam sekitar. Ini mungkin sah-sah saja bagi D’Souza lantaran dia memiliki sebuah rumah sakit, hotel, serta beberapa miliar tabungan.

4.Klaus Zapf
Klaus Zapf asal Jerman mungkin punya penampilan tak terurus bahkan mirip lelaki tua tunawisma, tak punya rumah serta keluarga. Namun siapa sangka, dia seorang pebisnis kakap memiliki 600 karyawan dari jasa pindah rumah melayani seluruh wilayah Jerman.

Namun Zapf tak lantas berfoya serta bergaya mewah. Dia bahkan menyumbangkan sebagian kekayaannya. Lelaki ini dengan bangga mengakui kalau dia adalah pemuja sosialisme. Dia sangat mengagumi ideologi tersebut. Saat masih kuliah ia bahkan bergabung dengan golongan kiri di kampusnya. Sampai-sampai ia memajang patung Vladimir Lenin, tokoh sosialis terkemuka di ruang kantornya di Kreuzberg. “Di sini, delusi akan keagungan disembuhkan setiap hari,” katanya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*