Berikut Ini Sumpah Yang Diucapkan Anas Untuk Pembenaran Diri

sumpah-mubahalahJakarta, PADANGTODAY.com – Sumpah itu diucapkan untuk pembenaran diri dan menguatkan argumen sang pengucap sumpah. Di tengah masyarakat sering kali didengar macam-macam sumpah.

Advertisements

Belakangan ini masyarakat kita sering mengucapkan sumpah. Bahkan pejabat pun ada yang mengucapkan sumpah untuk pembelaan diri.

Berikut ini beberapa sumpah yang sering diucapkan untuk pembenaran diri oleh Anas:

1.Sumpah pocong
Sumpah ini tergolong unik dan menggelitik. Sumpah pocong sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia.

Tak ada yang tahu persis kapan sebenarnya sumpah pocong ini ada. Apalagi mengetahui siapa penciptanya.
zaman dulu sumpah pocong disebutkan karena pihak yang bersumpah biasanya dibalut dengan kain kafan dengan posisi tidur atau juga dengan posisi duduk dengan muka tetap dibiarkan terbuka layaknya memperlakukan mayat, sambil mengucap janji tidak berbohong dalam suatu hal.

Namun sumpah pocong tak hanya dilakukan seperti itu saja. Biasanya sumpah pocong dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan pelaksanaannya dilakukan di dalam masjid dengan sejumlah saksi.

Dahulu sumpah pocong dilakukan lantaran di beberapa tanah Jawa yang warganya menganut Islam tak bisa menyelesaikan masalah dengan jalur hukum atau persidangan. Masalah itu biasanya adalah kasus santet, tenung, sihir, dan nujum.

Jika sumpah pocong ini sudah dilakukan, diyakini akan mendapat hukuman dari Allah SWT bila pihak yang bersumpah ternyata berdusta.

Sumpah pocong ini sempat heboh karena telah dilakukan oleh Arya Wiguna saat berseteru dengan Farhat Abbas soal perselisihannya dengan Eyang Subur.

2.Sumpah mubahalah
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menantang Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, melakukan sumpah Mubahalah. Anas menilai vonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta yang dijatuhkan majelis hakim tidak adil.

Sumpah Mubahalah kemudian ramai menjadi perbincangan masyarakat. Lantas apa sebenarnya sumpah Mubahalah itu?

Kata Mubahalah berasal dari kata Bahlah atau Buhlah yang berarti kutukan atau laknat. Dalam praktiknya, sumpah Mubahalah dilakukan oleh dua pihak yang berperkara sama. Mereka kemudian berdoa kepada Tuhan agar menjatuhkan laknat kepada pihak yang mengingkari kebenaran (Quraish ShihabTafsir al-Mishbah (Lentera Hati, Djuanda), Jilid 2.

Sumpah Mubahalah merujuk kepada salah satu ayat di surat Alquran.

“Kemudian sesiapa yang membantahmu (wahai Muhammad) mengenainya, sesudah engkau beroleh pengetahuan yang benar, maka katakanlah kepada mereka: “Marilah kita menyeru anak-anak kami serta anak-anak kamu, dan perempuan-perempuan kami serta perempuan-perempuan kamu, dan diri kami serta diri kamu, kemudian kita memohon kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, serta kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.” (Ali Imran 3:61).

Berdasarkan ayat tersebut, jika ada dua pihak yang berselisih dan saling menuduh, sementara mereka masing-masing telah mengemukakan alasannya masing-masing, maka alternatif lain untuk menyelesaikan perselisihan itu adalah sumpah Mubahalah.

Dalam sumpah Mubahalah, pihak yang berselisih harus membawa keluarga terdekat. Pihak yang berselisih itu kemudian bersumpah jika pihak yang menuduh berdusta maka laknat Allah akan menimpa keluarganya itu.

Namun demikian, bukan berarti sumpah Mubahalah dengan mudah dapat dilakukan secara sembarangan. Merujuk kepada sejumlah hadits atas pelaksanaan sumpah Mubahalah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, sumpah Mubahalah memiliki sejumlah syarat untuk dilakukan.

Di antaranya; sumpah Mubahalah hanya dilakukan sebagai alternatif terakhir setelah semua jalan sudah dilakukan. Saat sumpah dilakukan, masing-masing pihak harus membawa ahli keluarga terdekatnya. Masing-masing pihak bersama ahli keluarga terdekat hadir secara berhadapan.

Selain itu, masing-masing pihak harus melakukan sumpah. Untuk pihak tertuduh, bersumpah atas nama Allah bahwa dirinya tidak bersalah dalam perkara tersebut dan pihak yang menuduh telah berbohong dalam membuat tuduhannya. Dalam sumpah itu juga dipanjatkan permohonan dijatuhkannya laknat kepada penuduh dan keluarganya.

Sementara untuk pihak penuduh, bersumpah atas nama Allah bahwa dirinya tidak berdusta dalam membuat tuduhan dan berdoa bahwa pihak tertuduh telah berdusta dalam menafikkan tuduhan. Dia kemudian berdoa kepada Allah agar dijatuhkan laknat ke pihak tertuduh dan keluarganya.

3.Sumpah li’an
Di tengah masyarakat juga dikenal dengan sumpah li’an. Pengertian sumpah li’an adalah saling melaknat di antara dua orang atau lebih.

Sedangkan menurut pengertian syar’i, sumpah ini diucapkan oleh suami bahwa istrinya telah berzina atau dia menolak bayi yang lahir dari istrinya sebagai anak kandungnya. Kemudian istrinya juga bersumpah bahwa tuduhan suaminya itu bohong.

Apabila seorang laki-laki menuduh istrinya telah berbuat zina, kemudian sang istri menganggap itu tuduhan bohong, maka pihak suami harus berani melakukan sumpah li’an.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*