Berkas Korupsi Rumdis Wako Menunggu Tahap II

Padangpanjang—Berkas perkara Tahap I (P21) tindak pidana korupsi rumah dinas (Rumdis) Walikota Padangpanjang sepekan yang lalu, resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) kota setempat. Hal ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat terhadap penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan istri orang nomor satu kota berhawa sejuk itu.

Kasat Reskrim Polres Padangpanjang, AKP Julianson menyampaikan pihaknya telah melimpahkan berkas perkara yang melibatkan dua tersangka tindak pidana korupsi di Rumdis Walikota Padangpanjang itu. Dikatakakannya, penanganan perkara yang berjalan cukup panjang tersebut merupakan bukti penanganan hukum tidak tembang pilih, besar dan kecil serta subjek pelaku tindak pidananya.

“Setelah memenuhi petunjuk dari Kejaksaan (P19) pada April 2017 silam, berkat usaha dan kerja keras serta komitmen tinggi para penyidik, berkas perkara akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini sekaligus menjawab opini-opini masyarakat yang menyebut jajaran kepolisian atau penegak hukum tidak serius dalam menangani pekara ini,” tutur Julianson kepada wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (14/11) kemarin sore.

Termasuk kasus korupsi yang menetapkan dua tersangka, Maria Feronika dan Rici Lima Saza sejak awal telah dipastikan terus bergulir sesuai dengan mekanisme perundang-undangan. Hal tersebut merupakan perintah tegas Kapolres yang menyerahkan sepenuhnya terhadap penyidik tanpa adanya interfensi.

Menjawab alasan cukup panjangnya waktu penanganan perkara tersebut, Julianson menjawab penyidik Satreskrim melalui berkoordinasi dengan pihak Kejari harus memenuhi segala kelengkapan berkas yang dimaksud.

“Kasus sudah bergulir sejak satu tahun lebih ini, memang cukup melelahkan penyidik untuk memenuhi tuntutan perundang-undangan sebagai alat bukti dan keterangan bagi kejaksaan sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Alhamdulillah, berkat upaya keras dan semangat kerja yang tinggi penyidik, serta dorongan dari Kapolres untuk terus menuntaskan kasus ini berakhir dengan terpenuhinya berkas sebagai mana mestinya,” ujar Julianson.

Disebutkannya, dua tersangka tersebut terkait dengan tindak pidana korupsi berupa peningkatan anggaran program sarana dan prasarana aparatur yang berasal dari APBD tahun 2014-2015. “Berkas dinyatakan lengkap seminggu yang lalu dan penyidik saat ini menunggu tahap dua, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti,” pungkas Julianson.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Padangpanjang, Syahrul saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi di lingkungan rumdis Walikota Padangpanjang tahun anggaran 2014-2015. Pelimpahan P21 dikatakannya diserahkan setelah memenuhi petunjuk yang diberikan pada April lalu.

“Benar, berkas peraka telah dipenuhi sebagai mana petunjuk yang kami berikan. Saat ini kami menunggu tahap 2 dari penyidik Polres,” jawab Syahrul melalui selulernya terpisah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*