Berkat Bantuan Dompet Dhuafa Singgalang, Erina Berharap Kesembuhan

Erina, gadis penderita jantung bocor, bersama ibunya saat mengantarkan berkas-berkas pengobatan ke Dompet Dhuafa Singgalang.

Erina, gadis penderita jantung bocor, bersama ibunya saat mengantarkan berkas-berkas pengobatan ke Dompet Dhuafa Singgalang.

Advertisements

Padang, PADANGTODAY.com-Pagi itu, senyum menghiasi wajah Erina, 18, (gadis penderita jantung bocor-red) saat memasuki Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang. Dengan kikuk, ia menyalami Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, dan beberapa tim lainnya dengan santun. Didampingi ibunya, Syamnisma, Erina menyampaikan rasa suka cita atas akan terwujudnya mimpi kesembuhannya.

Jalan Erina untuk mendapatkan pengobatan di RS. Harapan Kita Jakarta sudah terbuka. Sebelumnya, dia dan orangtua sempat kebingungan, bagaimana caranya mendapatkan akses untuk ke rumah sakit ternama itu. Meskipun biaya pengobatan bisa ditanggung oleh BPJS namun biaya keberangkatan dan biaya hidup sehari-hari menjadi kendala. Ayahnya hanya bekerja sebagai pendulang pasir. Bisa makan sehari-hari dan sekolah saja sudah syukur.

Dua minggu yang lalu, orang tua Erina mengajukan permohonan bantuan kepada Dompet Dhuafa Singgalang. Permohonan itu langsung direspon. “Setelah pengajuan itu masuk, kami langsung survei ke rumah Erina,” ujar Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, Rabu (25/2).

Hasil survei menunjukkan pihak RSUP M Djamil telah mengeluarkan rujukan agar Erina berobat lanjutan ke RS Harapan Kita. Namun ia terkendala tiket untuk berangkat dan tidak adanya keluarga yang bisa ditumpangi di Jakarta.

“Untuk itu, kami menyiapkan tiket pesawat sekaligus tempat tinggal dan kebutuhan makan selama di Jakarta. Alhamdulillah sekarang Erina dan keluarga sudah di shalter Dompet Dhuafa,” ungkap Musfi.

Donasi yang terkumpul sebelum keberangkatan Erina sebesar Rp3.013.000,-. Donasi tersebut merupakan bantuan dari beberapa donatur dan karyawan Bank Syariah Mandiri Padang.

Penyakit ini diderita siswi kelas 3 SMK N 9 Padang bernama lengkap Erina Oktyova itu sejak kelas 5 sekolah dasar. Pada awalnya, gejala ini terdeteksi saat ia mengalami demam berdarah. Saat itu, Erina memeriksakan dirinya ke RSUP M. Djamil Padang.

“Saat kita periksa demam berdarahnya, ternyata ditemukan penyakit lain. Ada kelainan pada jantungnya,” ujar Syamnisma.

Ditambahkannya, Erina kemudian diperiksa oleh dr. Masrul, dokter spesialis jantung. Dokter menyarankan agar Erina melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Jakarta. Namun hal ini masih diabaikan oleh orangtuanya karena ketiadaan biaya.

Seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu tak kunjung hilang. Tanpa terasa, ia telah menduduki kelas 3 SMK. Sepanjang waktu itu, Erina mengaku merasa kesulitan dalam aktifitasnya sehari-hari. Ia sering merasakan jantungnya berdebar-debar dan nyeri. Tidak hanya itu, ia juga mudah lelah dalam melakukan aktifitas normal yang dilakukan orang biasa. “Kalau harus turun-naik tangga di sekolah sering sesak nafas,” ungkap Erina.

Seringkali, ia terpaksa izin sekolah akibat keadaan fisiknya yang tak mampu beraktifitas banyak. Kadang, tidak masuk sekolah sampai seminggu lebih. Namun sekolah memberikan keringanan.(nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*