Bimtek Agro Wisata Sumbar Jadi Penopang Ekonomi, Semarak di Limapuluh Kota

 

Peserta Bimtek Agrowisata/Ekowisata bersama Panitia dan Pemateri

Peserta Bimtek Agrowisata/Ekowisata bersama Panitia dan Pemateri

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Para peserta Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Agrowisata/Ekowisata diterangkan bahwa target kunjungan wisatawan untuk Sumbar dipatok untuk wisatawan mancanegara 7,5 persen dan wisatawan nusantara 5 persen. Setelah pendalaman materi 22 Juli 2017 di Sagho Bungsu I Tanjung Pati dilanjutkan dengan ekowisata ke beberapa lokasi di Limapuluh Kota, esok harinya. Ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat.

Mengangkat tema, “Peningkatan Kompetensi SDM Agrowisata/Ekowisata Sumatera Barat” 50 orang peserta ikut di kegiatan ini. Tiga unsur; Dinas Pariwisata Sumbar, Kementrian Pariwisata, dan Dinas Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, tampil sebagai pemateri. Kabid Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Wisata Hj Deviany A Ing MM membuka kegiatan ini secara resmi.

Sedang agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usahan pertanian (agro) sebagai objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha di bidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sembari melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indegenous knowledge) yang umumnya sesuai kondisi lingkungan alaminya.

Disebutkan bahwa tujuan dikembangkannya wisata agro/eko ini antara lain; promosi produk pertanian, meningkatkan volume penjualan, membantu meningkatkan pendapatan petani, disamping untuk meningkatkan jenis dan variasi produk pariwisata daerah. Serta, memperluas wawasan pengatahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian yang meliputi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan.

Disasarkan pengembangan agrowisata atau ekowisata ini; tersusunnya tata cara pengelolaan agro/eko wisata yang didasarkan kepada manajemen pengelolaan yang tepat. Tersebarnya lokasi agro/eko wisata di setiap desa/kecamatan sebagai salah satu upaya mengembangkan lama tinggal wisatawan, kunjungan wisatawan dan belanja wisatawan.

Dalam mengelola agrowisata/ekowisata ini, harus; ramah, perhatian, senang membantu, punya pengetahuan, tulus, dan tanggap. Para pemateri dan peserta saling tukar pikiran. Ada pula peserta yang sangat intens menanyakan manfaat Agrowisata/Ekowisata ini di daerahnya. Peserta dari seluruh Sumbar.

Lalu, kenapa agrowisata/ekowisata menjadi alternatif di masa kini? Sebabnya, wisata ini merupakan wisata yang relatif murah. Wisata ini dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Wisata ini dapat menghilangkan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Mendapatkan petualangan yang mengagumkan, mendapatkan makanan yang benar-benar alami, serta mendapatkan suasana yang benar-benar berbeda.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan ekowisata antara lain jumlah pengunjung terbatas atau diatur agar sesuai dengan daya dukung lingkungan dan sosial budaya masyarakat. Lalu, juga menerapkan pola wisata ramah budaya dan adat setempat. Tak lupa, menerapkan pola wisata ramah budaya dan adat setempat. Memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Serta tidak memerlukan modal yang besar untuk pembangunan infrastruktur pendukung.

Bicara prospek agrowisata/ekowisata ini, dapat memunculkan peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan dam meningkatkan taraf hidup. Serta menjadi sarana yang baik untuk mendidik orang banyak/masyarakat tentang pentingnya pertanian dan kontribusinya untuk perekonomian sera luas.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*