Birahi Ayah Kepada Anak

Foto Ilustrasi Anak Korban Perkosaan

Padangpariaman, Padang-today.com__Cukup dipanggil Af (47) seorang ayah Nagari Kuranji Hilia, Korong Lohong, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Sumbar yang tega memerkosa anak kandungnya, hingga kini Af diamankan polisi dan diduga sebagai tersangka untuk diminta keterangan.

Aksi biadab Af dilakukan sejak pada bulan Juni hari Selasa tahun 2015 lalu. Akibat perbuatan tersebut, sianak yang bernisial ‘S’ jadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat setempat. Atas kejahatan itu, AF bisa dijerat pasal 46 UU 23 tahun 2004 tentang kekerasan seksual dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,”

AF diduga memperkosa anaknya yang masih berusia 16 tahun itu lebih dari satu kali. Korban tak kuasa menolak karena takut diancam akan dipukul oleh ayahnya. Diduga, AF (47) melakukan perbuatan itu sejak korban masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

Aksi bejat Af ini dilakukannya disaat istrinya tidak berada dirumah, dalam situasi itulah dengan leluasa Af melancarkan aksi nya itu kepada anak kandungnya sendiri yang masih muda belia.

Ironisnya, perbuatan bejat Af (47) ini terhadap putrinya S (18) yang merupakan darah dagingnya yang masih duduk di bangku kls 3 Salah satu sekolah menengah di Kota Pariaman dilaporkan masyarakat dan ibu korban pada pihak Polsek Sungai Limau pada Selasa sore (11-7-2017).

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan kepada wartawan mengatakan, dugaan pencabulan tersebut masih dalam proses lidik untuk didalami unsur pidananya.

“Benar ada laporan tetapi dugaan pencabulan dan saat ini dalam proses lidik untuk didalami unsur pidananya,” katanya

Katanya, Polsek setempat telah menerima laporan pengaduan dugaan pencabulan oleh masyarakat bersama ibu korban sekitar pukul 14: 00 WIB.

Kapolsek Sungai Limau, AKP Syafar mengatakan kepada wartawan telah menerima laporan kasus pencabulan dari masyarakat Lohong Sungai Limau, yang pada waktu itu juga TSK (Tersangka) dan anak nya (korban) di bawa langsung ke Polsek oleh warga yang melaporkan,jelasnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan laporan yang diterima kronologis peristiwa pencabulan ayah terhadap anak kandungnya ini terjadi pada bulan Juni hari Selasa tahun 2015 lalu.

Ia menjelaskan, kejadiannya berlangsung sekitar jam 11 siang, ketika ibu korban tidak berada di rumah. Saat itu korban (S) di dalam rumah bersama ayahnya (Af) dengan tiba-tiba mendekati S dan memegang tangannya serta mengajak berhubungan badan, kata Syafar.

Kemudian, lanjut Kapolsek, anaknya menepis tangan pelaku Af dan meminta ayahnya untuk beristigfar. “Kata anaknya sebelum tidak sadarkan diri meminta pelaku untuk mengucap dulu ini anak kandung ayah malu kita sama masyarakat,” ujar kapolsek menerangkan.

Ia menambahkan, pelaku sempat tertegun atas ucapan anaknya itu. Akan tetapi karena nafsu syahwatnya sangat memuncak, kemudian dengan paksaan disetubuhinyalah anak kandungnya tersebut. Kejadian pencabulan itu, dilakukan si ayah secara berulang-ulang sampai pertengahan tahun 2016, terangnya

“Meskipun sempat beronta dengan menepis tangan pelaku ketika meraba-raba bagian sensitif anaknya, namun karena kekuatan yang tak seimbang, akhirnya dengan tidak berdaya korbanpun pasrah dalam keadaan tidak sadar,” terang Mantan Kanit. Ladang Padi itu.

Mulai terkuaknya kasus inses ini, lanjutnya, ketika korban lari dari rumah selama tiga hari dan menginap di tempat temannya, maka dicarilah oleh ibu korban. Ketika ketemu di Pariaman, didalam perjalanan ditanyakanlah oleh ibu korban, kenapa tidak pulang-pulang ke rumah, jelas Kapolsek Syafar.

“Karena malu menjawab, korban meminta agar ibunya bertanya langsung pada pelaku. Setelah sampai dirumah dan ternyata pelaku mengakui perbuatannya sambil meminta ampun dan minta dimaafkan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” terang Kapolsek.

Akan tetapi beberapa bulan setelah itu, ketika ibu korban berangkat ke Medan selama satu minggu perbutan terkutuk pelaku di ulangi lagi kepada korban. “Karena sudah tidak bisa dimaafkan lagi, akhirnya ibu korban melaporkan perbuatan pelaku kepada kelurga dekat dan tokoh masyarakat, hingga ayah cabul ini digiring ke Polsek Sungai Limau,” tandas Kapolsek menghakiri pembicaraan. (tim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*