Bisnis Prostitusi Menjamur di Bukittinggi

Ilustrasi Bisnis Prostitusi

Ilustrasi Bisnis Prostitusi

Bukittinggi, PADANGTODAY.com – Julukan Bukittinggi sebagai kota wisata ternyata juga menyimpan aktivitas prostitusi terselubung. Tempat itu menawarkan pengunjung untuk bersantai serta melepas penat sambil menawarkan selera para lelaki hidung belang.

Tidak sulit untuk menemukan lokasinya, karena lokasi yang diduga tempat prostitusi itu berada di lingkungan yang cukup padat di Kota Bukittinggi.

Modusnya tentu dibalut sedemikian rupa dengan tampilan yang agak ekslusif. Tujuannya, tentu agar tidak mudah terendus oleh aparat penegak hukum dan penegak Peraturan Daerah (Perda) di kota itu. Modus yang digunakan oleh para penyedia jasa hiburan ini, juga tergolong sangat rapi, karena membuka praktek prostitusinya dengan berkedok tempat perawatan pribadi seperti salon, spa dan karaoke.

Namun tidak hanya sekedar itu, jika berkunjung ke lokasi ini, para pengunjung nantinya juga akan ditawari jasa urut (Massage) plus oleh para pekerjanya. Bahkan penyedia jasa ini juga mengklaim mereka telah mengantongi izin usaha pijat ini.

Mengenai tarifnya tentu tergantung dengan kesepakatan antara para pekerja dengan sang pelanggan atau tamu yang datang berkunjung.Walaupun juga sudah ada tarif normal yang ditetapkan oleh sang pengusaha jasa ini kepada para pekerjanya.

Hasil penelusuran PADANGTODAY.com dibeberapa lokasi yang menyediakan jasa esek-esek ini. Ada 7 lokasi yang dijadikan tempat prostitusi illegal oleh para pengusaha jasa perawatan dan hiburan di Kota Bukittinggi ini.

Ironisnya salah satu lokasi prostitusi ini justru berada di lingkungan rumah dinas 2 kepala daerah, yakni didekat rumah dinas Bupati Agam dan Rumah Dinas Walikota Bukittinggi yang berlokasi di Belakang Balok.

Penelusuran dan bincang PADANGTODAY.com dengan salah seorang pemilik Salon tempat Spa terbesar di Kota Bukittinggi ini yang berinisial M. Ia mempunyai 2 tempat usaha jenis ini di Kota Bukittinggi. Ia juga mengaku mempunyai tamu beberapa orang pejabat penting di kota ini, dengan menyebut nama-nama orang tersebut.

Sipemilik tempat ini juga mengatakan, setelah usahanya ini berjalan beberapa tahun, ia telah memiliki puluhan pelanggan tetap yang senantiasa mampir ketempatnya.

“Pelanggan tetapnya juga banyak yang berasal dari luar Kota Bukittinggi. Kami punya belasan tenaga jasa untuk massage ini,” ujar M.

Sementara itu Lurah Belakang Balok, Hamsar, saat di konfirmasi tentang tempat ini mengakui pihaknya pernah mendengar adanya lokasi prostitusi di kawasannya. Bahkan bersama penegak hukum, pihaknya juga telah melakukan operasi mendadak (sidak) di lokasi yang diduga prostitusi itu.

“Kami telah mendatangi lokasi yang diduga tempat prostitusi itu. Tapi waktu itu, kami tidak menemukan adanya kegiatan prostitusi seperti yang diisukan. Jadi, kami tidak bisa bertindak apa-apa. dan ketika ditanya soal izin tempat tempat usaha itu, Hamsar mengatakan Izin lokasi itu hanya sebatas perawatan kecantikan,” ujar Hamsar.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Belakang Balok, Fauzan Haviz mengaku tidak mengetahui adanya lokasi prostitusi di sekitar tempat tinggalnya. Meski demikian, dalam waktu dekat Ia berjanji untuk menyelidiki tempat prostitusi yang dimaksud.

Fauzan juga berjanji akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum, jika nantinya memang terbukti adanya tempat prostitusi yang akan merusak moral masyarakat. (doni)

Lewat ke baris perkakas