BKD DKI Jakarta Sedang Menyusun Parameter Tentukan Pejabat Yang Tepat Mengisi Jabatan

Gubernur DKI "Ahok'.

Gubernur DKI “Ahok’.

Jakarta, PADAGTODAY.COM-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan sistem baru seleksi jabatan, terutama untuk eselon I dan II. Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta tengah menyusun parameter untuk menentukan pejabat yang tepat mengisi jabatan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Rabu (22/4), mengatakan, Pemprov DKI tidak lagi akan menggelar seleksi jabatan secara besar-besaran seperti yang diselenggarakan tahun lalu.

“Semua pegawai tetap bisa mengikuti tes kompetensi sesuai minat masing-masing. Tetapi, jabatan yang akan diganti tidak diumumkan terbuka,” katanya.

Berdasarkan hasil tes kompetensi, Basuki memiliki catatan kemampuan pegawai yang bersangkutan. Ditambah rekam jejak dan kinerja pejabat, Basuki bisa memutuskan seorang pegawai bisa menduduki jabatan eselon I dan II.

“Begitu ada pejabat yang kinerjanya buruk, dia bisa langsung digantikan pegawai yang sudah menjalani tes dengan hasil baik dan kinerja baik,” ujar Basuki.

Saat seleksi jabatan terbuka sebelumnya, pegawai yang berminat menjalani beragam tes, seperti tes psikologi, tes wawancara, dan kemampuan manajerial. Basuki juga pernah meminta pegawai yang berminat untuk melamar suatu jabatan tertentu membuat semacam proposal berisi alasan pilihan jabatan dan program yang akan dilakukan jika nanti menduduki jabatan itu.

Kini, Basuki lebih mementingkan kinerja pejabat yang bersangkutan, apakah layak dipertahankan atau harus diganti. Sejauh ini, Basuki menilai, kinerja pejabat hasil seleksi terbuka yang sudah berjalan cukup bagus meskipun masih banyak pula yang harus dibenahi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Agus Suradika mengatakan, sistem baru dalam evaluasi kinerja pegawai dan seleksi jabatan akan dimulai setelah proses penetapan APBD 2015 selesai sepenuhnya.

“Kami sedang melakukan persiapan, terutama menyusun parameter. Misalnya, kedisiplinan, penyelesaian pengaduan masyarakat, aktivitas di tempat kerja, kerja sama dalam organisasi, dan kerja sama untuk mencapai tujuan program kerja,” katanya.

Parameter lain yang akan dipertimbangkan adalah kesehatan pegawai, lama waktu tugas, termasuk faktor kejenuhan.

“Rotasi jabatan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi. Sementara promosi jabatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui usulan, seleksi terbuka, atau bisa saja membuat nominasi. Orang yang dinominasikan bisa juga diambil dari hasil seleksi terbuka,” ujar Agus.

(FRO/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas