BN HARUS MENINGKATKAN SDM

 

Padang-today.com – Doni Oskaria mantan salah satu direktur bank di Indonesia menilai Bank Nagari di Sumbar kemampuan sumber daya manusianya tidak berkembang dengan baik

“Akibat dari keengganan merekrut tenaga profesional yang lebih baik serta sistem pendidikan dan pengembangan yang tidak terencana,” kata Doni

Disamping itu lanjutnya, daya saing yang rendah akibat sangat bergantung kepada pengelolaan dana pemerintah pada sisi pendanaan dan kredit konsumsi untuk pegawai di sisi aktiva produktif.

Kemudian Feature pelayanan yang sangat ketinggalan terutama untuk penetrasi di segment retail, seperti mobile apps. internet banking, cash mangement dan lain-dll, sehingga tidak siap menghadapi persaingan di masa mendatang.

Selanjutnya juga kemampuan perkreditan yang lemah dan sangat konvensianal sehingga tidak mampu menjadi enabler bagi pertumbuhan perekonomian sumbar,” jelas Doni juga CEO Transmart.

Ia menyatakan, untuk mengatasi maslah tersebut, bank nagari harus berani merekrut bankir-bankir berkualitas dari bank bank swasta nasional untuk posisi posisi strategis.

Membuat grandplan pengembangan yang jelas dan terukur dan menentukan fokus bisnis yang jelas, apakah retail, komersial atau korporasi sebagai fokus pengembangan.

“Selanjutnya mereview seluruh bisnis proses sehingga menjadi lebih efisien. Sehingga menjadi bank modern yang mementingkan pelayanan sebagai ujung tombak untuk tetap bisa bersaing,” imbuhnya lagi.

Kurang lebih 5 tahun yang lalu BPD Jabar melakukan serangkain perubahan dengan merekrut bankir berkualitas menjalankan perusahaan, hari ini kita lihat hasilnya BJB berkembang dengan pesat, memiliki asset lebih dari Rp100T dan bisa membukukan laba diatas Rp2T.

“Tidak ada pilihan lain kalau mau besar dan berkembang, harus berani utk merekrut bankir yang memiliki track record yang jelas, terutama berpengalaman di bidang retail dan perkreditan,” tegas Doni.

Ia menyatakan, kalau kita pandang BN dari kacamata profesional dan ingin berkembang dengan baik menjadi bank yang mampu bersaing secara nasional.

“Kita harus mau mengakui bahwa masalah paling besar adalah sumberdaya manusia. Adalah lumrah terjadi perpindahan eksekutif karena dengan demikian akan terjadi proses pembelajaran,” katanya.

Kita tidak bisa seperti katak dalam tempurung yang memaksakan semua dari internal. Pengalaman saya hampir semua BPD mendatangkan eksekutif dari external. Masalahnya kalau cuma 1 dirut saja tentu tidak cukup tanpa didukung oleh team yang solid. karena itu kalau mau maju, datangkan paling tidak dirut. direktur bisnis, IT dan ops. VP bisnis development, HR head, VP konsumer, VP Kredit dan beberapa lagi.

“BN adalah bisnis murni yang harusnya memberikan impact terhadap ekonomi, karena itu harus di perlakukan dengan pendekatan bisnis juga,” imbuh Doni.(der)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*