BPBD Kota Pariaman gelar Diklat Sekolah Madrasah Aman Bencana

Padang-today.com__Dalam rangka peningkatan kapasitas di lingkungan sekolah tentang tanggap bencana gempa dan tsunami yang berpotensi di Kota Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman menggelar kegiatan Diklat Sekolah dan Madrasah Aman Bencana di Kantor  BPBD Kota Pariaman, selasa (2/10) pagi.

 

Dalam pembukaan acara Diklat tersebut,  Wakil Walikota Pariaman Genius Umar diwakili oleh Dandim Pariaman mengatakan bahwa program  sekolah aman bencana ini sudah diatur dalam Undang – Undang nomor 24 tahun 2007 tentang penganggulangan bencana di indonesia, sesuai peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nomor 4 tahun 2012 tentang sekolah dan madrasah aman bencana.

 

Dikatakannya bahwa tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberi pengetahuan kepada guru dan siswa, jika terjadi gempa dan disusul tsunami melanda  Kota Pariaman apa saja antisipasi yang harus dilakukan baik untuk menyelamatkan diri sendiri maupun keluarga.

 

“Kejadian gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah kemarin sungguh memilukan hati, belum lama tragedi gempa di Lombok bencana baru datang lagi dan tidak sedikit pula korban yang meninggal dunia”, imbuhnya.

 

Untuk itu, lanjutnya, atas nama Pemko Pariaman kami megimbau kepada seluruh jajaran OPD mari kita secara besama tingkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.

 

“Bencana adalah tanggungjawab kita bersama baik pemerintah dan masyarakat maupun dunia usaha mari kita upayakan pengurangan resiko semaksimal mungkin diwilayah kita, dalam hal ini BPBD selaku coordinator dalam penanggulangan bencana di Kota Pariaman harus pro-aktif dalam mensosialisasikan kegiatan dalam upaya pengurangan resiko bencana”, terangnya.

 

“Lakukan study banding ke daerah yang sudah lebih baik pengurangan resikonya, jalin hubungan kerjasama dengan semua pihak yang dapat membantu kita unbtuk urusan kemanusiaan ini”, lanjutnya.

 

Ia juga mengatakan bahwa sejauh ini Pemko Pariaman juga sudah berpesa melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan sekolah aman bencana ini di setiap sekolah yang berada di wilayah Kota Pariaman, mengingat daerah kita mempunyai potensi bencana gempa dan tsunami klasifikasi tinggi.

 

Dandim juga mengimbau kepada seluruh peserta diklat agar dapat serius mengikuti kegiatan ini sampai selesai, karena kegiatan diklat sekolah aman bencana ini sangat berguna dan dapat diterapkan dilingkungan sekolahnya masing – masing karena peran dari dunia pendidikan sangat penting untuk transfer ilmu kepada masyarakat.

 

Sementara itu Kepala BPBD Kota Pariaman Asrizal mengatakan bahwa sebagian besar sekolah – sekolah di Kota Pariaman belum mempunyai SOP, arah evakuasi dan titik tumpul disaat evakuasi bencana.

 

“Nanti kami akan membawa sekolah – sekolah ini untuk studi banding dengan tujuan agar semua sekolah paham dan mandiri dalam menghadapi bencana”, ujarnya.

 

“Kami mengundang satu orang perwakilan guru dari masing – masing sekolah baik SMP maupun SMA berjumlah 30 sekolah se – Kota Pariaman dan perwakilan guru ini yang akan nantinya mensosialisasikan program sekolah/madrasah aman bencana ini” lanjutnya.

 

Lanjutnya lagi, kegiatan diklat sekolah dan madrasah aman bencana ini berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber dari Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI), MUI, BMKG Padangpanjang, Kodim dan BPBD, narasumber ini yang nantinya akan memberikan sosialisasi tentang simulasi siaga bencana, studi banding dan pembekalan mental kerohanian.

 

Asrizal berharap apa yang sudah diberikan kepada peserta diklat ini dapat mengaplikasikannya di sekolah masing – masing dan mandiri dalam menghadapi bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*