BPBD Payakumbuh Gelar Simulasi Kebakaran, RSI Ibnu Sina Payakumbuh Terbakar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi perawat, bidan, dokter, karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnusina

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi perawat, bidan, dokter, karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnusina

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Rumah sakit besar di Payakumbuh, RSI Ibnusina terbakar hebat. Seluruh dokter, bidan, perawat, serta karyawan bersama memadamkan api kebakaran tersebut.

Simulasi kebakaran ini, dilaksanakan Selasa (26/5) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi perawat, bidan, dokter, karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina, Payakumbuh di kantor BPBD setempat.

Direktur RSI Ibnu Sina Payakumbuh, dr Anne yang dihubungi ketika berlangsung acara simulasi pemadaman api mengatakan, simulasi yang diawali dengan pelatihan APAR tentang pengetahuan penanggulangan untuk mengantisipasi dari dini sebelum api menjadi besar.

Menurut dia, melalui upaya itu diharapkan mampu menjaga keselamatan pasien, keluarganya dan masyarakat pengunjung RSI lainnya dari bahaya kebakaran. Karena itu, seluruh karyawan, bidan, dokter, tanaga perawat agar terampil memadamkan api bila terjadi kebakaran maupun yang disebabkan arus pendek listrik maupun kompor.

Kepala BPBD Payakumbuh, Yufnani Away didampingi Kepala UPT Damkar, Ah Dion menyebut, pelatihan dan simulasi dimaksudkan agar mereka mampu menggunakan alat pemadam api ringan seperti, peralatan racun api, untuk memadamkan api bila terjadi kebakaran akibat arus pendek listrik maupun kompor dan sebab lainnya.

Dikatakan, sebelum dilaksanakan simulasi mereka telah diberikan penyuluhan tentang bahaya kebakaran dan penanggulangannya selama tiga hari, Selasa, Kamis dan Sabtu pekan lalu, masing masing diikuti 50 peserta. Seluruhnya berjumlah 150 orang yang diikuti seluruhnya peserta dari RSI tersebut.

”Kita hanya sebagai penyelenggara kegiatan pelatihan dan simulasi semata, seluruh biaya ditanggung pihak rumah sakit Islam tersebut. Setelah mengikuti pelatihan semoga mereka trampil menggunakan alat pemadam kebakaran, seperti goni basah dan tabung racun api,” sebut Yufnani Away.

Seluruh peserta bergantian memadamkan api yang semula mempraktekkan memakai karung goni basah. Tak hanya dikuti bidan dan parawat, malah dokter dan bahkan Kepala RSI Ibnu Sina ikut mempraktekkan cara memadamkan api. Setelah itu mereka memperagakan penggunaan racun api, sekali semprot api yang dihidupkan dalam drum minyak langsung padam.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas