Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang Diskusikan Program Kater Bersama Masyarakat

 

Advertisements
Musfi Yendra Bersama tokoh masyarakat bahas tetang Kater.

Musfi Yendra Bersama tokoh masyarakat bahas tetang Kater.

Dharmasraya, PADANGTODAY.com-Setelah melakukan pamantauan langsung terhadap lokasi wakaf lahan di Jorong Koto, Nagari Koto Baru, Dharmasraya, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, beserta tim lapangan melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat calon penerima manfaat program Kampung Ternak (Kater), Kamis (9/10). Suasana diskusi berlangsung renyah, dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat, warga leluasa memaparkan pendapatnya.

Diterangkan Manager Pemberdayaan Dompet Dhuafa Singgalang, Riko Onki Putra, FGD ini merupakan tahapan awal sebelum eksekusi program. “Sharing ini bertujuan untuk merumuskan konsensus antara Dompet Dhuafa Singgalang dengan warga,” tuturnya.

Kampung Ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi dan pendampingan untuk masyarakat miskin dalam bentuk pemberian sapi kepada 20 orang warga miskin (1 kelompok). Sumber dana dari program ini adalah zakat yang diamanahkan muzakki (donatur-red) kepada Dompet Dhuafa. Secara nasional, program ini sudah dimulai sejak tahun 1995. Bahkan ada daerah yang sudah dijadikan silayah wisata kampung ternak.

Program Kampung Ternak untuk wilayah Sumbar sudah diusulkan sejak tahun 2012. Pada awalnya program ini akan digelar di Nagari Singgalang, Tanah Datar. Namum karena beberapa kendala, Kater ditunda, sampai mendapatkan wilayah baru yang dikira tepat.

“Awalnya tujuan Kater diadakan di Sumbar adalah untuk memasok kebutuhan kurban, namun dalam perkembangannya, melihat pasar yang luas, Kater diperkirakan dapat turut serta memasok kebutuhan daging di wilayah Sumbar dan Jambi,” papar Saripudin dari Kampung Ternak Nusantara Dompet Dhuafa.

Wali Nagari Koto Baru, Tarmidi berharap program tersebut dapat mewujudkan perekonomian yang baik bagi penerima manfaat yang merupakan asnaf zakat.

“Semoga Program Kampung Ternak di Jorong Koto ini dapat menjadi Program Percontohan bagi peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Dharmasraya, bahkan Sumbar,” pungkasnya.

Tim Ekonomi Pemberdayaan Dompet Dhuafa Singgalang menargetkan realisasi program akan segera dilaksanakan akhir tahun 2014 ini. Rencananya selain untuk Kater, lahan seluas 16 ha tersebut juga akan dikembangkan untuk program pemberdayaan lainnya.(dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*