Brantas Kemiskinan Di Padang Pariaman, Ali Mukhni Libatkan Semua Pihak

bantuan-paris
PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Memberantas kemiskinan dalam Kabupaten Padangpariaman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Semua lini wajib bersama-sama membasmi angka kemiskinan. Berdasarkan hal demikian, Pemkab Padangpariaman dibawah komando Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni berkomitmen tinggi menekan kemiskinan dengan semua pihak dengan membentuk tim terpadu untuk turun ke tengah-tengah masyarakat.

Salah satunya dengan membentuk Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) pasca H Ali Mukhni dilantik sebagai kepala daerah di Kabupaten Padangpariaman 25 Oktober 2010. Hingga sekarang keberadaan baznas tersebut telah dirasakan masyarakat miskin. Kenapa tidak, masyarakat miskin yang tidak dapat sekolah, lemah ekonomi, butuh biaya pengobatan dapat dibantu oleh baznas.

Lihat saja, kemarin, Pemkab Padangpariaman memberikan perhatian serius kepada masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Rombongan pemkab turun lapangan dengan tim terpadu lintas sektoral ke salah satu keluarga miskin yang berada di Korong Mudiak Aia, Balai Baik, Korong Mudiak, Kecamatan. IV Aur Koto Aur Malintang,

Meski kondisi jalan menuju rumah masyarakat miskin tersebut sungguh berat medannya, namun rombongan sampai di lokasi tujuan. Setiba rombongan disana langsung ditemui keluarga Tayung (62th) dan Nona (43th) . Pasalnya, pasangan suami istri Tayung dan Nona itu memiliki 11 orang anak dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Bahkan rumah Tayung juga sangat memiriskan. Tayung sebagai kepala keluarga hanya bekerja sebagai buruh tani, tentu hasil buruh tani tidak akan mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam keluarganya. “Berdasarkan hal itu kita perlu memberikan bantuan kepada keluarga tersebut,” kata Ketua Baznas Padangpariaman Suhatri Bur dan Kabag Humas Pemkab Padangpariaman Hendra Aswara kepada Padangtoda, kemarin.

Sementara itu, Camat IV Koto Aur Malintang Vemi Tulalo menjelaskan keluarga Tayung sebelumnya tinggal di Pasaman. Setelah belasan tahun tinggal disana, kemudian beliau memutuskan kembali ke Padangpariaman menuju Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan. Tak lama berselang, ia kembali ke tanah kelahirannya di Korong Mudiak Aia, Aur Malintang dengan menempati sebuah gubuk ukuran 3×4 meter.

Menurut informasi masyarakat katanya, keluarga Tayung baru lima atau enam bulan tinggal di korong ini. Mereka tinggal bersama 8 orang anak, karena tiga tertua telah dibawa sanak familinya,” kata Vemi yang baru dua minggu mejabat sebagai Camat setempat.

Melihat kondisi tersebut, Camat Vemi berinisiatif memberikan bantuan awal berupa sembako, selimut, tikar dan sejumlah uang. Selanjutnya ia bersama walikorong dan walinagari setempat akan membantu mengurus segala bentuk administrasi untuk memperoleh kartu BPJS dan melengkapi persyaratan bantuan lainnya.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kami bersama walinagari dan walikorong segera kita urus administrasi kelurga Tayung, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, kartu BPJS dan lainnya. Insya Allah secepat kita selesaikan,” katanya.

Sementara itu Plh. Puskesmas Batu Basa Elida mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan ke rumah-rumah masyarakat sebagaimana program Padangpariaman sehat yang dipelopori oleh Bupati Ali Mukhni. Saat kunjungan tersebut ia bersama tim dari dinas kesehatan telah memeriksa kondisi Tayung beserta anak-anaknya.

Dijelaskannya dalam pemeriksaan terdapat anaknya mengalami anemia dengan ciri wajah pucat, lesu, lemah. Juga diperoleh informasi bahwa anak ke enam pasangan Tayung dan Nona pernah mengalami kebutaan selama dua tahun beberapa waktu yang lalu.

“Melalui program Padangpariaman sehat, kami bersama bidan desa Puskesmas Batu Basa berkunjung ke rumah masyarakat setiap harinya. Hari ini, kita temui keluarga Tayung yang butuh bantuan di bidang kesehatan, terutama anak-anaknya. Insya kita tangani segera,” katanya.

Kedatangan tim terpadu dari kabupaten dan kecamatan membuat haru Wali Korong Mudiak Aia Pedri Kasman. Dengan menitikkan air mata Pedri Kasman mengatakan terima kasih atas kepedulian dan cepat tanggap pemerintah dalam menangani masyarakat yang butuh pertolongan. “Atas nama masyarakat Korong Mudiak Aia, kami ucapkan terima kasih kepedulian Pemkab Padangpariaman dan kecamatan,” ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini masih ada 8 KK lagi masyarakat yang butuh bantuan. Ia meminta dinas terikait juga meninjau masyarakat tersebut, sehingga dapat segera diberikan bantuan. Disamping itu ia juga meminta perhatian pemerintah tentang pembangunan infrastruktur yaitu peningkatan Jalan dari Simpang Leman-Korong Mudiak Aia. Ruas jalan sepanjang lima kilometer belum pernah diaspal sejak dahulu.

Sementara itu Tayung mengatakan belum pernah memeriksakan kondisi kesehatan keluarga ke posyandu maupun ke puskesmas. Ia mengakui tidak memiliki biaya untuk membawa anaknya ke dokter. Ia berharap kedatangan tim terpadu dari kabupaten dapat memberi harapan bagi keluarganya. “Kami belum pernah bawa anak-anak ke posyandu atau puskemas. Biasanya bidan desa yang ke rumah melihat kondisi kami sekeluarga,” kata Tayung.

Kemudian Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni mengatakan keluarga Tayung telah didata dan segera dibuatkan akte kependudukan yang dibutuhkan dalam pengurusan BPJS dan baznas. Seluruh administrasi tersebut akan disiapkan pemerintah kecamatan dan nagari. Kemudian akan disalurkan bantuan pendidikan, kesehatan dan rumah tidak layak huni dan program pengentasan keminskinan lainnya.

“Saat ini sistim yang kita buat telah berjalan dimana anak yang putus sekolah kita lanjutkan pendidikannya, anak-anak yang sakit kita obati dan juga ada program bedah rumah karena rumah saat ini tidak layak huni. Semuanya kita keroyok bersama dinas terkait yaitu dinas pendidikan, kesehatan, sosial dan bantuan baznas,” tambah Ali Mukhni yang akan maju kembali kembali Bupati Padangpariaman periode lima tahun ke depan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas