Brigadir Jenderal Polisi Melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Terhadap Tujuh Anak Buahnya

Ilustrasi apel siaga

Ilustrasi apel siaga

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memberhentikan tidak dengan hormat tujuh anggotanya. Alasannya pemecatan itu karena mereka terlibat narkoba, absen selama 30 hari berturut-turut, dan tindakan asusila.

Menurut kabar dari Kapolda Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, pemberhentian tujuh anak buahnya berdasarkan pada Surat Keputusan Kapolda Kalbar tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dan melalui proses sidang Komisi Kode Etik Polri.

“Bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan adalah penyalahgunaan narkoba, tidak masuk dinas lebih dari 30 hari berturut-turut dan tindakan asusila,” tulis Arief melalui pesan pendek, Rabu (11/3).

Anggota Polda Kalbar dipecat itu terdiri dari tiga personel Polres Ketapang bernama Briptu Rachmad Kurniawan (tindakan asusila), Bripka Masrijul (penyalahgunaan Narkoba telah divonis Pengadilan 2 tahun 6 bulan), dan Briptu Arif Ranggawuni (tindakan asusila terhadap wanita telah divonis pengadilan 3 tahun).

Kemudian ada lagi personel Polres Kapuas Hulu yakni Briptu Andri Kurniawan (tidak masuk dinas tanpa keterangan/desersi 106 hari), Bripda Heru Subandi (desersi 135 hari), Bripda Heryunan (desersi 81 hari). Terakhir satu personel Polres Landak Bripda Agus Tijo (desersi 48 hari).

Menurut Arief, pemecatan ini merupakan langkah bersih-bersih terhadap personel-personel Polda Kalbar yang melakukan pelanggaran hukum dan disiplin berulang-ulang seharusnya sejak lama sudah diputuskan. Ketegasan dalam memberikan ganjaran memang diperlukan buat memberikan contoh bagi anggota lain sebagai salah satu upaya Revolusi Mental.

“Jangan sampai ada anggapan pembiaran terhadap pelanggaran anggota. Di samping itu juga untuk menyelamatkan masyarakat dari tindakan polisi yang menyimpang dan amoral. Diharapkan dengan tindakan tegas ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambah Arief.

Selama sepuluh bulan terakhir sejak menjabat Kapolda Kalbar, Arief telah melakukan memecat dengan tidak hormat 31 personel. Delapan di antaranya masih mengajukan banding ke Mabes Polri, salah satunya AKBP IEP.

(ary/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*