BTS Dibangun di Perumahan Ibuh Permata Asri, Ditentang Warga. Berikut Dokumennya….

BTS Dibangun di Perumahan Ibuh Permata Asri, Ditentang Warga

BTS Dibangun di Perumahan Ibuh Permata Asri, Ditentang Warga

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Persoalan BTS (Base Transceiver Station) atau Tower Telekomunikasi kini muncul di kawasan Perumahan Ibuh Permata Asri, Jalan Jambu, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapakrajo. Warga merasa tertipu sebab di awal pembangunan tak ada perencanaan pembangunan tower, Kini malah akan dibangun tower kedua.

Sandi, salah seorang warga mengadukan hal ini pada wartawan. Bahwa lokasi Tower yang telah ada dengan Tower baru yang akan dibangun sangat berdekatan. Jarak antar Tower lebih kurang 25 meter. Lalu, kata Sandi lokasi tanah peruntukan musalla dan taman bermain, persis di bawah diantara dua bangunan Tower tersebut. Hal ini selain mengganggu secara estetika, juga akan sangat menbahayakan bagi warga terutama anak anak yang sedang beribadah dan bermain.

BTS Dibangun di Perumahan Ibuh Permata Asri, Ditentang Warga

BTS Dibangun di Perumahan Ibuh Permata Asri, Ditentang Warga

“Warga merasa ditipu oleh pengembang, karena waktu membeli rumah yang berdasarkan Site Plan perumahan, tidak ada bangunan lain selain rumah dan musalla. Warga merasa tertipu karena lokasi pendirian Tower waktu minta tanda tangan warga, tidak sesuai dengan lokasi tower yang sekarang sedang dibangun. Warga telah mencabut tanda tangan izin lokasi tower tersebut. Lalu, jalan perumahan yang diperbaiki warga secara gotong royong tanpa bantuan pengembang perumahan, telah hancur oleh kendaraan pihak Tower,” papar Sandi di Balai Wartawan Luak Limopuluah (19/4/2018).

Sandi dan warga mengaku telah mengkonfirmasi hal ini ke instansi terkait. DPM-PTSP dan Dinas LH telah ditanyakan langsung, benar belum keluar izin. Kalau ke Dinas Kominfo dapat info lisan, memang belum keluar izin pembangunan Tower. Selain lokasi Tower yang telah ada dengan Tower baru yang akan dibangun sangat berdekatan, Jarak antar Tower lebih kurang 25 meter. Di lokasi ini diperuntukkan dala siteplan sebagai lokasi tanah untuk musalla dan taman bermain, persis di bawah diantara dua bangunan Tower tersebut.

Baru ada Advice Planning dari Dinas PUPR. Tapi advice planning seharusnya belum bisa jadi dasar untuk memulai kegiatan pembangunan tower. LH, Kominfo dan satu pintu belum kasih izin. Sekitar pertengahan Februari, warga juga sudah pernah membuat surat keberatan, ke dinas PUPR. Jadi pertanyaan, tanpa izin terutama IMB, kenapa pembangunan tetap jalan. Kenapa tidak ada dinas terkait yang berani menghentikan pembangunan tower, padahal warga sudah melapor.

Jarak antar tower yang sangat dekat, berapakah aturan jarak terdekat antar tower. Karena berdasarkan Juknis dari kementerian PUPR, jarak terdekat antar tower ditentukan oleh pemerintah daerah. Samapai berita ini diturunkan, masih atas pengaduan warga. Setiap dinas terkait telah dikonfirmasi ke Kadisnya masing-masing, namun belum mendapatkan jawaban atau belum dibalas.(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas