Budi Tagih Perjanjian Damai Dengan Ramal Saleh

Padang-today.com – Sengaja Budi Syukur mempertanyakan perjanjian damai yang telah ditanda tangani bersama Ramal Saleh disaksikan Ketum Kadin Pusat.
“Perjanjian damai haruslah dilaksanakan oleh Ramal Saleh sebagai Ketua Umum Kadin Sumbar,”kata Budi Syukur di Padang.
Ia menjelaskan,Ini hukum positif yang harus di ikuti oleb Ramal Saleh.Tidak perlu minta persetujuan dengan yang lain.
“Penuhi saja perjanjian telah disepakati bersama tersebut tidak perlu meminta persetujuan dari pengurus,”ungkapnya.
Budi Syukur juga merasa heran harus ada tim dalam penyelasian,serta diselaikan dengan adat.
“Ini sangat aneh sudah ada perjanjian namun lari dari perjanjian dan harus ada tim dalam penyelesaian
Menurut saya orang yang diusulkan adalah orang berkompeten dan pasti memberikan penguatan organisasi Kadin Sumbar, jadi tidak perlu bentuk tim penyekesaian segalalag,”imbuhnya.
Pengusaha ini diperlukan komitmen dalam usaha bukan lari dari perjanjian yang telah di buat. Penuhi saja perjanjian dan jangan mempertambah konflik baru lagi,”tegas Budi Syukur.
Ia menyatakan,permintaan Ramal Saleh untuk mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Padang sudah di penuhi.
“Gugatan sudah dicabut sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian di Jakarta yang ditandatangani antara Ramal Saleh dan saya disaksikan Ketum Kadin Pusat,”katanya.
Ia menjelaskan,perjanjian di Jakarta untuk mengakomodir adanya penambahan pengurus Kadin Sumbar.
“Tidak menggerus atau mengganti kepengurusan yang telah disusun Pak Ramal Saleh, tapi murni menyamakan dengan struktur kepengurusan di Kadin Indonesia, jadi tidak ada mengganti pengurus susunan Pak Ramal itu,”ujarnya.
Demi perkembangan ekonomi dan investasi dan berkeinginan memajukan dunia usaha Sumbar, termasuk difasilitasi Ketua Umum Kadin Indonesia, akhirnya 30 Oktober kami dan Ramal Saleh benar telah melakukan perjanjian disaksikan Ketua Umum Kadin Indonesia di tandatangani pihak yang hadir di Jakarta, bahkan helai demi helai perjanjian itu kami berdua me-parafnya,”ujar Budi.
Intinya perjanjian jakarta adalah sepaham membangun Kadin Sumbar untuk kemajuan ekonomi Sumbar kedepan.
“Adanya satu visi dan tujuan itu membangun Sumbar untuk kemajuan ekonomi Sumbar,”ujar Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*