Budidaya Jamur Tiram, Bisnis Yang Menjanjikan

Jamur Tiram.

Jamur Tiram.

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kabupaten Agam, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Agam, mengembangkan usaha jamur tiram bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Agam, Yulnasri mengatakan, pembudidayaan jamur tiram memang menjanjikan untung besar bagi pelakunya. Selain permintaan pasar yang bagus, jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup mudah untuk dibudidayakan, sehingga tidak heran bila saat ini banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk membudidayakan jamur tiram sebagai peluang usaha.

“Habitat jamur tiram biasanya berada di daerah yang sejuk seperti di kawasan pegunungan maupun hutan. Namun seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, kini jamur tiram mulai dibudidayakan masyarakat dengan bantuan media tanam buatan berupa baglog, baik dalam skala kecil atau rumah tangga maupun dalam skala besar berupa industri,” ujar Yulnasri.

Yulnasri menjelaskan, untuk membuat media tanam budidaya jamur tiram adalah substrat berupa serbuk gergaji kayu 80 persen yang dicampurkan dengan bekatul 10 hingga 15 persen, kapur 3 persen, dan air secukupnya 40 hingga 60 persen.

“Campuran media tanam tersebut biasa disebut dengan istilah baglog jamur, namun media tersebut perlu disterilkan terlebih dahulu, ” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang Penyuluh Pertanian, Yanti mengatakan, Kelompok Wanita Tani Mekar Syuhada Jorong Simarasok Nagari Simarasok Kecamatan Baso telah melakukan pengukusan dengan menggunakan drum besar yang telah diisi media tumbuh jamur tersebut.

Kemudian media tanam dimasukan dalam kantong plastik jenis polipropilen hingga mendekati penuh dan pada bagian atas dipasang ring sehingga berbentuk seperti botol atau baglog. Pada bagian ring disumbat dengan kapas dan dipasang penutup baglog untuk proses sterilisasi.

“Sterilisasi secara sederhana ini memanfaatkan panas uap air dengan suhu 95°C hingga 110°C dalam kurun waktu 8 sampai 10 jam,” ujar yanti.

Dikatakannya, baglog jamur yang sudah disterilisasi selanjutnya dipindahkan ke ruang inkulasi dan didiamkan selama 24 jam unutuk
mengembalikan media ke suhu normal. Ruang inkulasi harus steril dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Apabila suhu media telah kembali normal, maka proses penanaman bibit jamur bisa dilaksanakan.

“Selanjutnya ambil botol bibit F3, semprotkan alkohol ke botol tersebut lalu panaskan mulut botol di atas api spritus hingga kapas pada tutup jamur terbakar, lalu matikan apinya,” tambahnya.

Kemudian penyumbat kapas dibuka dan bibit diaduk dengan menggunakan kawat yang sudah disterilkan diatas api. Terakhir, masukan bibit jamur sekitar 10 gram ke baglog hingga lehernya penuh, dan tutup kembali dengan kapas.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*