BUKIK PERMATA, KINI DITUTUP MENAMBANG PEMKAB MEMASANG PLANG PENUTUPAN

KAPOLSEK AKP KHAIRIL MEMERIKSA LOKASI PENGGALIAN BATU AKIK DI BUKIT PERMATA

KAPOLSEK AKP KHAIRIL MEMERIKSA LOKASI PENGGALIAN BATU AKIK DI BUKIT PERMATA

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Dua bulan sudah aparatur  Nagari PAuah Sangik, Kecamatan Akabiluru makin gerah. Kamis (8/1) kemarin, aparatur kecamatan dan kabupaten turun tangan. Pasal yang dipersoalkan, adalah diabaikannya peringatan Wali Nagari Pauah Sangik sebab Bukit Permata terus ditambang para pemburu batu permata atau batu akik. Dipimpin Kadis Kehutanan dan Pertambangan Energi diwakili Kasi Pengawasan Raimond Yazid, aparatur Akabiluru, akhirnya memasang plang larangan penambangan.

”Kami sudah gerah. Sudah dua bulan larangan kami dilanggar saja. Penambang membuat lubang penambangan sampai sedalam 8 meter di atas Bukit Permata. Lahan perkebunan warga jadi gersang. Produksi kebun kami jadi merana. Lalu, ancaman longsor mengancam perumahan, rumah ibadah, sawah, dan jalan,” jelas Ketua Badan Musyawarah, lembaga wakil masyarakat, Nagari Pauah Sangik Syukri Nur.

Penutupan ditandai dengan pemasangan papan larangan oleh Kadis Kehutanan dan Pertambangan Energi diwakili Kasi Pengawasan Raimond Yazid disaksikan Camat Akabiluru Elsiwa Fajri dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan; Kapolsek Akabiluru AKP Khairil Maidians, Koramil Akabiluru Kapten Inf Salim. Menurut Kepala Dinas Kehutanan, Penambangan itu ilegal dan berada pada kawasan perkebunan.

”Berdasarkan UU pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dilarang penambangan tanpa izin, jika terus dilakukan pertambangan tanpa izin diancam hukum 10 tahun penjara dan denda 9 miliar,” penjelasan Kadis Kehutanan dan Pertambangan Energi.

Camat Akabiluru, Elsiwa Fajri, mengatakan penambangan dilakukan warga sejak dua bulan dan sekarang, kini sudah membahayakan pada lingkungan pemukiman warga. Sehari sebelumnya, para petinggi dan tokoh masyarakat Nagari Pauah Sangik beserta Muspika telah memutuskan untuk menutup kegiatan penambangan di Bukit Permata, Akabiluru. Sebab, lokasi Bukit Permata berada di Nagari Pauah Sangik.

Jejak tambang ini tersebar di hampir banyak sudut Bukit Permata. Kedalaman lubang tambang sekitar 8 meter menjadi boomerang bagi peladang serta tanah menjadi rentan longsor. Semula telah dilakukan pelarangan di tingkat kecamatan dan nagari setempat. Namun tidak berhasil.

”Mudharat penambangan ini lebih besar dari keuntungan. Makanya, kami tegaskan, tambang apapun di lokasi Bukit Permata, ditutup!” ujar Ketua Bamus Nagari Pauah Sangik Syukri Nur.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*