Bupati Ali Mukhni Apresiasi KPM PKH Graduasi Mandiri

 

Padang-today.com__Program Keluarga harapan yang disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Sebagai upaya percepatan penenggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksnakn PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di Dunia Internasional telah melaksanakan PKH.

Program Perlindungan Sosial yang dikenal di dunia Internasional dengan istilah conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskian yang dihadapi negara-negara tersebut, terumata masalah kemiskinan kronis. Kendati pun demikian program tersebut tidak bersifat permanen.

Kenapa demikain, salah satu keluarga yang telah mampu untuk mandiri dan baik ekonominya yang terlahir dari program tersebut harus graduasi (keluar) dari program PKH itu. Artinya, PKH termasuk program jangka panjang, namun kepesertaan PKH tidak permanen.

Hal ini dibuktikan oleh EMPAT Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Padang Pariaman menyatakan graduasi (keluar) mandiri dari PKH. Mereka yakin sudah mampu menggerakkan perekonomian tanpa bantuan PKH. Selain itu, mereka menyadari masih banyak masyarakat Padang Pariaman yang berhak menerima bantuan tersebut. Keempat peserta KPM PKH yang graduasi mandiri itu Irnawati dan Eka Saputri dari Kecamatan Enamlingkung, Harlina dari Kecamatan Batanganai, dan Dayang dari Kecamatan Ulakantapakis.

Salah satu warga Kecamatan Batang Anai Harlina dari empat yang merupakan salah seorang Penerima Manfaat program tersebut mengatakan, Ia dengan kesadaran sendiri mengundurkan diri sebagai peserta PKH.

“ Masih banyak dibelakang saya yang layak menerima bantuan tersebut,” kata Harlina saat memebrikan penjelasan dihadapan Bupati Ali Mukhni beserta sejumlah pejabat lainya dari Dinas Sosial.

Keputusan mereka keluar secara mandiri sebagai KPM PKH langsung mendapat apresiasi Bupati Padangpariaman, Drs H Ali Mukhni.

“Alhamdulillah, ternyata ada manusia berhati mulia di daerah kita. Mereka memiliki nurani yang sehat. Secara materi, boleh jadi mereka pas-pasan, tidak berlebih, namun di saat mereka memperoleh kesempatan tambahan penghasilan, mereka tak mengambilnya,” ujar H Ali Mukhni saat penyerahan piagam penghargaan kepada Irnawati, Eka Saputri, Harlina, dan Dayang di Aula Saiyo Sakato beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Irnawati, Eka Saputri, Harlina, dan Dayang adalah KPM yang memperhatikan kehidupan di sekitarnya. Sehingga mereka menyadari masih ada warga lainnya yang lebih layak menerima bantuan PKH tersebut. Baginya, sikap bijaksana keempat KPM tersebut patut dicontoh KPM PKH di Indonesia, khususnya Kabupaten Padangpariaman.

“Mereka sangat memahami saat bantuan itu diberikan kepada yang lebih berhak, Allah akan menatapnya dan tersenyum kepadanya. Itu lebih berarti baginya. Saya sangat kagum dan bangga dengan kearifan dan kebijaksanaan mereka,” ujar Bupati Peraih Satya Lencana Kebaktian Sosial itu.

H Ali Mukhni juga menyampaikan isi Surat Al Isra’, Ayat 7 yang menjelaskan “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”.

“Dalam H.R. Muslim juga dijelaskan bahwa ‘Allah membantu seorang hamba selama hamba itu membantu saudaranya’. Insya Allah, empat KPM PKH kita yang graduasi mandiri akan mendapat reski yang berlimpat nantinya,” ujar H Ali Mukhni memotivasi.

H Ali Mukhni turut menjelaskan, bahwa Pemkab Padangpariaman merancang program yang bertujuan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Harapannya, angka kemiskinan yang kini 8,04 persen, setidaknya mengalami penurunan 1 persen di tahun 2019.

Selain PKH, imbuh H Ali Mukhni, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga sedang berjalan di Padangpariaman. Hanya saja, program tersebut langsung dari Kementerian Sosial, sehingga banyak kendala untuk menambah jumlah penerima yang benar-benar dinilai layak menerimanya.

Menambahkan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Padangpariaman, Hendra Aswara, SSTP, MM mengatakan, bahwa pihaknya bersama para pendamping PKH terus melakukan pembinaan untuk memperkuat perekonomian KPM PKH di Padangpariaman. Misalnya memberikan materi-materi pemanfaatan bantuan dengan baik. Salah satunya untuk modal usaha. Tidak hanya itu, katanya KPM PKH turut dibina dengan materi yang berkaitan dengan cara merawat anak, serta cara mengatur keuangan dengan baik.

Sekarang, imbuh Hendra, DSP3A Padangpariaman telah melahirkan program inovatif dengan nama “Jujur Miskin, Sadar Sejahtera (Jujurin Saja)”. Katanya program itu digagas sebagai langkah memotivasi sehingga bermental sejahtera, yang tentunya dapat berdampak terhadap perekonomian mereka.

“Artinya masyarakat lebih jujur mengakui bahwa dirinya telah mampu secara ekonomi. Sehingga, secara sadar mereka keluar dari kepesertaan PKH untuk diberikan kepada yang lebih berhak,” ujar Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas dan Kepala DPMPTP Padangpariaman tersebut.

Hendra turut menjelaskan tujuh komponen penerima manfaat PKH dalam keluarga. Yakni adanya ibu hamil, bayi dan balita atau anak usia dini, anak usia SD, anak usia SMP, anak usia SMA, anak penyandang disabilitas atau penyandang cacat berat, dan orangtua yang berusia lanjut.

“Saat ini terdapat 17.033 KK penerima manfaat PKH yang tersebar di 17 kecamatan di Padangpariaman. Ini yang akan terus kita motivasi sehingga menjadi keluarga sejahtera,” ungkapnya.

Kata Hendra, Kabupaten Padangpariaman telah menyalurkan Rp25 miliar bantuan PKH. Sedangkan pada tahap 2 direncanakan disalurkan oleh Kementerian Sosial sebesar Rp15 miliar.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kadisdukcapil M Fadhly, SAP, MM, Kadinkes Yutiardi Rivai, MFarm, Kabag Humas Protokol Andri Satria Masri, SE, ME, Kabag Pemerintah Umum Rudy R Rilis, SSTP, MM, serta pendamping, operator, dan koordinator PKH Kabupaten Padangpariaman. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas