Bupati Irfendi Arbi Gelar Apel Pengamanan, Operasi Ketupat Digantikan Ramadiniya

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi pada apel gelar pasukan pengamanan hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016 di Polres Limapuluh Kota Sarilamak, Kamis(30/6).

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi pada apel gelar pasukan pengamanan hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016 di Polres Limapuluh Kota Sarilamak, Kamis(30/6).

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Sandi Operasi dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri yang selama ini dikenal sebagai Ketupat pada tahun 2016 berubah menjadi Ramadiniya yang merupakan singkatan Ramadhan dan Hari Raya. Penyebutan itu diambil dari makna yang dikandung yang berarti suci adil dan sempurna.

Pada tahun 2016 ini Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum mencapai 17,6 juta orang, terdiri dari penumpang angkutan jalan, kereta api, laut dan udara. Sambutan Kepala Kepolisian Negara Indonesia (Kapolri) Drs Badrodin Haiti dibacakan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi pada apel gelar pasukan pengamanan hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016 di Polres Limapuluh Kota Sarilamak, Kamis(30/6).

“Jumlah penduduk menggunakan kendaraan mobil pribadi diprediksi sebanyak 2,4 juta kendaraan, sepeda motor sebanyak 5,6 juta, di mana puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-4 dan arus balik pada H+3,” ucap Irfendi Arbi.

Dilanjutkan Bupati Irfendi, berdasarkan Operasi Ketupat tahun 2015 tercatat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 3.048 kasus, jumlah korban meninggal dunia 646 jiwa, luka berat 1.057 jiwa dan korban luka ringan 3.891 jiwa.

Tingginya angka kecelakaan diduga disebabkan kurang disiplinnya pengendara dalam mematuhi aturan berlalu lintas, tidak memperhatikan kelayakan kendaraannya, adanya kerusakan jalan, kurangnya fasilitas atau sarana prasarana jalan pada jalur yang dilalui, maupun akibat pengaruh cuaca.

“Dalam Operasi Ramadiniya, kekuatan akan digelar sebanyak 158.402 orang terdiri dari Mabes Polri 2.043 orang, Polda 89.613 orang, instansi terkait 66.746 orang tersebar pada 3.097 pos pengamanan dan 1.112 pos pelayanan,” kata Irfendi Arbi.

Seluruh kekuatan melaksanakan pengamanan pada tempat peribadatan umat Islam yakni lokasi sholat Id, pemukiman masyarakat, jalur-jalur pergerakan orang dan barang, tempat wisata, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan laut, bandara, sentra perekonomian dan tempat trasaksi keuangan, rest area, SPBU, tempat pembagian zakat fitrah, serta lainnya.(rel/Dodi Syahputra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*