Bupati Lima Puluh Kota Buka Diskusi Percepatan Pembangunan Industri Pariwisata

File foto tidak ditemukan !!!

Advertisements

Lima Puluh Kota – Banyak sekali potensi pariwisata yang membuat kita bangga dengan Kabupaten Lima Puluh Kota. sebut saja Lembah Harau, Kelok Sembilan, Peternakan Padang Mengatas dan masih banyak lagi. Diperkirakan ada sekitar 200 an lebih potensi pariwisata yang dapat dikembangkan secara profesional untuk mendukung perekonomian masyarakat. 

“Dimasing-masing nagari nanti diharapkan ada objek-objek wisata yang tumbuh. Insya Allah, dalam program 100 hari, kami akan perbaiki jalan menuju objek-objek wisata. Kalau nagari makmur, tentu saja perekonomian daerah tumbuh. Ini yang kita lakukan masa ini, bagaimana Lima Puluh Kota bisa menjadi destinasi pariwisata berkelas internasional”, terang Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo saat membuka kegiatan diskusi tentang percepatan 
pembangunan industri pariwisata, di Aula Kantor Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, Senin (15/03/2021)

Tentu saja, hal tersebut senada dengan visi misi Kabupaten Lima Puluh Kota Madani dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo – Rizki Kurniawan Nakasri dengan menekankan pengembangan pada pusat-pusat pertumbuhan dengan basis keunggulan wilayah, termasuk didalamnya pengembagan pariwisata di tiap nagari yang diharapkan mampu menjadi poros pembangunan daerah. 

“Visi kita jelas, sekarang dalam penyusunan RPJMD, dalam sebulan ini kita akan ajukan RPJMD menjadi Perda ke DPRD. Ada 4 fokus yang berkaitan dengan pariwisata. Kita akan bangun konstruksi ibu kota Sarilamak, pengembangan dan pembangunan infrastruktur, selanjutnya berkaitan dengan pariwisata dan juga berkenaan dengan pertanian. Minimal anggaran untuk infrastruktur tahun 2022 bisa mencapai 200 M “, terang Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lima Puluh Kota itu juga menghimbau kepada segenap pejabat dan ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk dapat saling berkordinasi dan kerjasama serta merasa nyaman untuk bekerja dibawah kepepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Safaruddin Dt. Bandaro  Rajo – Rizki Kurniawan Nakasri dalam menggapai Lima Puluh Kota yang lebih baik dan lebih maju. 

“Yang perlu kami tekankan pada ASN, bahwa kami adalah pimpinan baru di Lima Puluh Kota. Saudara harus merasa nyaman dalam bertugas. Jangan fikirkan jabatan yang Saudara emban ini. Bekerjalah sesuai kinerja dan peraturan yang berlaku. Kami akan bekerjasama dengan Saudara menuju Kabupaten Lima Puluh Kota Madani”, himbaunya. 

Selain itu, berkat kegigihan Bupati dan Wabup Lima Puluh Kota untuk percepatan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota, akhirnya membuahkan hasil dengan telah disusunnya Draf Instruksi Presiden tentang percepatan pembangunan monumen Bela Negara.  

Insya Allah tanggal 18 Maret 2021 kami di undang bersama 5 orang Kepala Daerah beserta Gubernur Sumbar untuk rapat yang dipimpin langsung oleh Prof. Mahfud M.D di Kementerian, untuk membahas finalisasi pembahasan Draf Instruksi Presiden tentang percepatan pembangunan monumen Belan Negara. Lima Puluh Kota harus kita perjuangkan sebagai Kabupaten Bela Negara”, ungkap Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Nengsih dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah dalam rangka mendukung percepatan pengembagan pariwisata di Lima Puluh Kota. 

“Mudah mudahan pengembagan pariwisata di Kabupaten Lima Puluh Kota bisa segera kita laksanakan secepat mungkin. Ini termasuk dalam bagian kegiatan 100 hari kinerja Kepala Daerah kita”, ucapnya. 

Selain dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo – Rizki Kurniawan Nakasri, kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, Widya Putra, M.Si, para pimpinan OPD, Camat, Wali Nagari, serta menghadirkan narasumber dari tim percepatan pembangunan Sumbar madani,  Zuhrizul Chaniago dan praktisi tokoh pariwisata nasional, Ridwan Tulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*