Buronan Satu Tahun, Tersangka Diringkus

 

    Padang-today.com – Jajaran Reskrim Polsek Sikakap Mentawai telah berhasil menangkap tersangka kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur, masuk DPO (daftar pencarian orang) sejak tahun 2017.

“Satu tahun menjadi DPO, tersangka berinisial “D” (57) berhasil diringkus,”kata Ipttu Jennedi Kapolsek Sikakap saat di hubungi dari Padang.

Ia menjelaskan, tersangka di tangkap pada Senen (30/7) sekitar pukul 13.00 WIB  bertempat di Pulau Duo Mato Desa Beriulou Kec. Sipora Selatan, oleh Bripka Martha Pratama dan Bripda Prayoga K.T.S serta didampingi oleh Bhabin Desa Beriulou Bripka Tasman.

“Penangkapan terhadap tersangka “D” berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/27/K/X/2017/Polsek tanggal 05 Oktober 2017 dan Daftar Pencarian Orang Nomor: DPO/02/XII/2017/Reskrim tanggal 02 Desember 2017, dalam perkara Tindak Pidana Perbuatan Cabul dan Persetubuhan terhadap anak yang terjadi pada hari Selasa 03 Oktober 2017 sekitar pukul 18:30 WIB, bertempat didalam rumah kosong yang berada di belakang rumah tersangka yang terletak di Dusun Saumangaya Timur Desa Saumangaya Kec. Pagai Utara Kab.Kep. Mentawai,”ujarnya.

Tersangka setelah melakukan pencabulan melarikan diri, pihak kepolisian kehilangan jejak untuk melakukan penyelidikan.

    Dengan kehilangan jejak pelaku tersebut Polsek Sikakap menerbitkan surat DPO terhadap “D” yang informasinya keberadaan pelaku berada di wilayah Pulau Duo Mato Desa Beriulou Kec. Sipora Selatan.

    “Akhirnya selama lebih kurang satu tahun berhasil menangkap tersangka yang berada di Pulau Duo Mato Desa Beriulou Kec. Sipora Selatan,”jelas Jennedi.

    Ia menambahkan, saat Polsek Sikakap masih melakukan pengembangan dan penyidikan terkait kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Tersangka mendekam di sel Polsek Sikakap dan dijerat Pasal 82 Ayat (1) dan Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) PERPU No 1 Tahun 2016 jo Undang – Undang RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPU No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun penjara denda Rp. 5 Milyar,”imbuhnya.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*